Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pengamat Politik: Sosok Sandiaga Uno Pantas Jadi Cagub DKI

25 Mei 2016, 15.15.13

Pengamat Politik: Sosok Sandiaga Uno Pantas Jadi Cagub DKI

Sandiaga Uno

Jakarta, Sentananews.com

Pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menilai sosok Sandiaga Uno paling pantas mewakili Partai Gerindra menjadi calon Gubernur DKI karena kecil kemungkinan dia menjadi kutu loncat ketika terpilih memimpin Jakarta.

"Sandi Uno paling pantas mewakili Gerindra dalam Pilkada Jakarta. Apalagi peluang Sandi berperilaku 'kutu loncat' sangat kecil ke depannya seperti yang dilakukan oleh Ahok. Sandi lebih loyal terhadap Partai Gerindra. Jangan lupa, saat ini Jakarta butuh pemimpin baru yang juga ikhlas menuntaskan masa jabatannya sebagai Gubernur selama lima tahun, jika terpilih," kata Igor di Jakarta, Rabu (25/5)

Partai Gerindra saat ini masih menggodok nama-nama Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur untuk diusung dalam Pilkada DKI Jakarta. Saat ini, ada tiga nama yang muncul di masyarakat untuk mewakili partai berlambang kepala burung garuda tersebut yakni Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, dan Mayjen TNI Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin.

Selain itu, menurut Igor, Sandi Uno adalah sosok yang paling muda di antara yang lainnya. Selain santun dan 'good looking', Prabowo Subianto sendiri pernah mengatakan bahwa salah satu ciri pemimpin ideal adalah yang gagah dan "ganteng" seperti Salahuddin Al-Ayyub.

"Pemimpin muda memang selalu menjadi wabah positif sejak era revolusi kemerdekaan sampai pilkada serentak Desember 2015. Beberapa daerah sudah memperlihatkan transformasi kepemimpinan kepada yang muda untuk diberi kesempatan menjadi pemimpin lokal di daerahmya," kata Direktur Eksekutif Survey & Polling Indonesia (SPIN) ini.

Bahkan, saat ini hanya nama Sandi Uno yang masuk radar salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab saat ini, Gerindra punya 15 kursi di DPRD DKI Jakarta. Untuk bisa mengusung calon, perlu minimal 22 kursi. Artinya, Gerindra butuh tambahan 7 kursi dari partai lain. Sementara PKS memiliki 11 kursi di DPRD.

"PKS adalah mitra terkuat untuk berkoalisi dengan Gerindra pada Pilgub DKI 2017, dengan total 26 kursi untuk memantapkan pasangan calon dari kedua partai tersebut. Sudah lebih dari cukup dan ideal, baik dalam aspek kepentingan dan ideologis Koalisi Merah Putih," jelas Igor.

Namun begitu, Sandi Uno juga bisa dipasangkan sebagai Cawagub jika Gerindra berkoalisi dengan PDIP yang mempunyai 28 kursi. "Di sini kelebihan Sandi Uno, fleksibilitasnya," tambahnya.

Sandi Uno adalah kader Partai Gerindra. Pilihannya lewat jalur partai konsisten melawan arus negatif 'deparpolisasi' yang berhembus kencang atas konsekuensi majunya Ahok sebagai petahana di jalur 'independen'. Sebagai kader asli dari Partai Geindra, mesin partai akan solid bekerja maksimal.

"Sandi Uno yang paling serius maju pada Pilgub DKI 2017, tanpa permusuhan dalam menyerang pribadi Ahok, kecuali program kerjanya untuk warga DKI Jakarta. Apalagi Sandi Uno juga sudah menggaet mantan ketua tim komunikasi (media center) Jokowi-Ahok (2012), Budi Purnomo Karjodihardjo sebagai koordinator media centernya. Keseriusan yang dibuktikan dengan kerja nyata adalah poin penting yang dilihat penduduk Jakarta," papar Igor.

Dan yang terakhir lanjut Igor, Sandi Uno adalah antitesa Ahok, baik dari segi sosiologis, identitas maupun karakternya. Citranya lebih bisa dipoles dan dibentuk, seperti halnya dulu Jokowi, dari kurang dikenal, menjadi dikenal, dan disukai warga DKI.

"Sebagai ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sandi Uno punya program ekonomi kerakyatan yang cocok bagi Jakarta. Personal brandingnya jauh lebih positif ketimbang negatifnya. Sandi Uno paling pas dicalonkan oleh Partai Gerindra," tuturnya.

Editor: Aditya Pratomo


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

FSB Kamiparho Jakarta-Depok Tolak Perpecahan Karena Pilpres
Pilkada
MENJELANG Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 Apri 2019 situasi kondisi di masyarakat saat ini bisa dibilang kurang cukup baik...
Presiden Jokowi Apresiasi Peranan PGI Sambut Pemilu 2019
Pilkada
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyam...
LBP Imbau Gereja Jangan Golput dan Waspadai Bahaya Hoax
Pilkada
MENTERI Koordinator (Menko) Maritim dan ESDM, Jenderal (Purn) TNI Luhut Binsar Panjaitan mengatakan gereja harus mewaspadai efe...
Buka Sidang MPL PGI 2019, Menag Singgung Peran Agama Dalam Demokrasi
Pilkada
MENTERI Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saefudin mengemukakan pentingnya peran agama dalam membangun demokrasi yang berkualitas....
Buya Syafii Berharap Pemilu 2019 Hasilkan Pemimpin Yang Waras
Pilkada
MANTAN Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof, Dr, Ahmad Syafii Maarif yang akrab disapa Buya Syafii berharap Pemilu 2019 menghasilkan...
H.Badar Tawarkan Program Kerja dari Rumah ke Rumah ​
Pilkada
Badar (50) dinilai telah melakukan tindakan nyata dengan turun langsung dan bersosialisasi dan memperkenalkan diri kepada masya...
Berharap Materi Debat Capres Bahas Soal Kebebasan Beribadah
Pilkada
DEBAT Capres perdana hari Kamis (17/2018) malam, akan menjadi sorotan seluruh masyarakat Inddonesia. Dalam debat ini akan terli...
Jaring Milea: Jangan Pilih Partai Akomodir Koruptor dan Pelanggar HAM
Pilkada
PERINGATAN Hari Anti Korupsi (HAK) dan Hari HAM Internasional tahun ini cukup meriah karena banyak lembaga pemerintah maupun no...
Buruh Bhinneka Tunggal Ika Deklarasi Dukung Jokowi-Amin
Pilkada
BERDASARKAN Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ke-I Forum Nasional (Fornas) Bhinneka Tunggal Ika dan juga kesepakantan bersam...