Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Gubernur Maluku Tak Perlu Malu Belajar dari Anak Buah

27 Des. 2016, 6.23.31

Gubernur Maluku Tak Perlu Malu Belajar dari Anak Buah

Pelabuhan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel)

Jakarta, Sentananews.com

Kabupaten Buru Selatan (Bursel) sebagai salah satu kabupaten muda di Provinsi Maluku saat ini tumbuh cukup pesat. Di bawah kepemimpinan Bupati Tagop Soulisa, kabupaten yang berada di bagian selatan Pulau Buru ini bisa mengejar ketertinggalannya dari kabupaten-kabupaten di Maluku yang sudah lebih dulu ada.

Untuk menilai keberhasilan sebuah daerah memang jangan menggunakan tolak ukur usia sebagai barometernya, karena usia tua sebuah kabupaten bukanlah jaminan keberhasilan. Sebaliknya, usia muda juga bukan berarti tidak memungkinkan untuk bisa berkembang melebihi kabupaten yang berusia lebih tua. Semua ini tergantung kepada kegigihan dan kesungguhan serta komitmen pemimpin daerah tersebut. Dan, dalam hal ini Bupati mempunyai peranan yang sangat penting untuk melakukan perubahan demi kemajuan wilayah yang dipimpinnya.

Masyarakat Maluku sendiri memang banyak yang tidak begitu mengetahui tentang daerah tersebut karena mungkin dianggap sebagai daerah tertinggal yang tidak menarik perhatian. Tetapi, sekarang justru manjadi menarik untuk diperhatikan sejak menjadi Kabupaten. Dan daya tarik tersebut tidak dapat kita pungkiri berkaitan dengan keberhasilan dari kerja keras Tagop Soulisa sebagai Bupati Bursel. Perlahan tapi pasti dia telah melakukan perubahan demi perubahan secara nyata sekalipun dengan anggaran belanja yang tidak spektakuler.

Dari data yang kami miliki, tingkat kemiskinan di Kabupaten Bursel yang awalnya dapat dikatagorikan di bawah standar sekarang juga telah berangsur-angsur membaik seiring dengan berjalannya waktu. Itu artinya ada suatu peningkatan taraf hidup di Bursel.

Dulu, jika hendak menuju ke Namrole (Ibu Kota Kabupaten Bursel-red), masyarakat harus siap membuang banyak waktu untuk menempuh jalur laut baru bisa sampai ke sana. Karena, keterbatasan sarana transportasi lainnya. Tetapi, saat ini kita bisa menggunakan transportasi udara (pesawat) dari Kota Ambon ke Namrole setiap harinya sebagai salah satu pilihan yang efektif tanpa harus membuang banyak waktu.

Hal ini bisa diindentifikasikan sebagai salah satu unsur adanya pertumbuhan ekonomi di Bursel yang telah mencapai target tertentu. Karena, tidak mungkin sebuah maskapai penerbangan membuka line penerbangan dari Ambon ke Namrole pada setiap harinya tanpa pertimbangan alasan yang obyektif.

Tak Mampu Berbuat Banyak

Ironisnya Provinsi Maluku sebagai induk Kabupaten Bursel di bawah kepemimpinan Said Assagaff sebagai Gubernur tidak mampu berbuat banyak terkait peningkatan taraf hidup masyarakat Maluku pada umumnya. Hal ini membuat salah satu provinsi tertua di Indonesia ini bertengger di posisi ke 4 sebagai Provinsi termiskin di Indonesia. Dan ini adalah signal negatif dari sebuah kegagalan mengelola pemerintahaan yang tidak berorientasi kepada kepentingan rakyat sebagai prioritasnya.

Dalam kepemimpinan daerah (Bupati/Gubernur), kita tidak bisa hanya sekedar berbicara soal pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrakstruktur saja. Karena, jabatan tersebut tidak bisa kita lepaskan dari unsur politik. Dan, kebijakan politik serta hubungan setiap elemen yang ada akan mempengaruhi harmonisasi suatu kemajuan yang ingin dicapai oleh seorang pemimpin daerah.

Dalam hal ini, Gubernur harus belajar dari Bupati Bupati Bursel yang senantiasa berusaha merangkul dan membangun komunikasi yang baik dengan semua elemen termasuk partai-partai politik. Sekali pun ada kerikil-kerikil kecil dalam menjalankan kebijakan roda pemerintahannya, Bupati Bursel tidak pernah menjadikan hal tersebut sebagai suatu alasan untuk menjauhkan diri apalagi memusuhi pihak-pihak yang berseberangan. Karena, idealnya sebagai pemimpin harus mampu mengayomi seluruh kekuatan yang ada termasuk partai politik tanpa tebang pilih.

Ini tentu berbeda dengan rumor yang berkembang, dimana Gubernur Maluku yang diusung oleh Partai Golkar hanya menganakemaskan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jika rumor ini benar, maka menjadi wajar bila Gubernur Maluku akan mengalami kesulitan untuk mengelola stabilitas politik guna menopang prestasi dalam masa kepemimpinannya yang minim prestasi seperti sekarang ini.

Di masa jabatannya yang tinggal seumur jagung, Gubernur diharapkan jangan hanya bisa melihat ke atas saja, tetapi mau melihat ke bawah juga agar bisa mengetahui suatu kenyataan yang terjadi di sekitarnya. Dan untuk itu Gubernur tidak perlu belajar jauh-jauh membandingkan perihal kemajuan suatu Provinsi di dalam atau di luar negeri jika ada contoh baik di sekitarnya untuk dijadikan panutan. Gubernur Maluku harus banyak belajar kepada siapa saja, baik kepada orang yang lebih tua atau pun orang yang lebih muda sekalipun. Karena, semua tempat dan waktu serta setiap kesempatan adalah sekolah untuk kita semua belajar.

Jadi, Gubernur Maluku tidak perlu malu untuk menimba ilmu dari jajaran di bawahnya. Termasuk belajar dari keberhasilan Bupati Bursel demi kemajuan masyarakat Maluku pada khususnya dan bagi Provinsi Maluku pada umumnya di penghujung masa jabatannya sebagai Gubernur.

Oleh: Arnold Thenu, Ketua Forum Masyarakat Maluku (FORMAMA)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Kalang Kabut Program 35.000 MW yang Diserahkan ke Swasta
Suara Kita
Rasanya tidak berlebihan kita menunjukan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi kelistrikan nasional kita. Kondisi keuanga...
Ini Bukan Sekedar Neliberalisme Tapi Penjarahan!
Suara Kita
Haru, Sujud Syukur di Ruang Mahkamah Kostitusi (MK). Diluar dugaan banyak orang Serikat Pekerja PLN memenangkan gugatan Judiaci...
Pertamina Tak Perlu Latah Bangun SPBU Eceran Akar Rumput
Suara Kita
Seiring dengan kemajuan tehnologi, hampir 90 persen dari penjual BBM eceran yang menggunakan botol sekarang sudah beralih mengg...
Belajar di Sekolah Swasta Bukan Kiamat
Suara Kita
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah-sekolah negeri melahirkan suka bagi orang tua yang anaknya diterima dan menyisa...
​Dirut Pertamina: Harus Bebas Oligarki
Suara Kita
Menteri BUMN telah mengganti Dirut dan Wakil Dirut Pertamina tanpa alasan yang logis dan relevan pada awal Februari 2017.Keputu...
​Sosok Dirut Pertamina, Tantangan Bagi Pemerintah
Suara Kita
PERTAMINA sebagai perusahaan energi, pada dasarnya memerlukan dirut yang handal dan sudah terbukti menguasai bisnis migas.Pada ...
​Menanti Dirut Baru Pertamina
Suara Kita
Dalam beberapa tahun terakhir Direksi Pertamina sangat aktif mempromosikan rencana pengembangan korporasi sebagai perusahaan en...
​Jaring Dirut Pertamina Harus Obyektif dan Transparan
Suara Kita
PT Pertamina (Persero) sebagai holding BUMN sektor migas masih rentan terhadap intervensi dan cooptasi kepentingan elit politik...
Matahari Kembar Hanya Sebuah Isu
Suara Kita
Publik di negeri ini sangat tahu bahwa PT Pertamina (Persero) bukan satu-satuanya BUMN yang ada posisi Wakil Direktur Utama (Wa...