Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kendala Kecil Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

19 April 2018, 11.17.34

Kendala  Kecil   Pencegahan   Kekerasan  Terhadap  Anak

Oleh Pangihutan Simatupang (Kepala SJI PWI DKI Jakarta/Red Sentana).



TINDAKAN para "predator" anak sudah keterlaluan, sudah sampai titik nadir, sehingga semua komponen dan lapisan masyarakat harus ekstra siaga, bergerak cepat dan tegas. Perlu digarisbawahi, perlindungan terhadap anak, bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum saja, tetapi harus melibatkan semua pihak, khususnya masyarakat.


Keteribatan masyarakat Ini menjadi harapan, paling tidak bisa meminimalisasi tindakan kekerasan terhadap anak. Seperti yang terjadi baru-baru ini di wilayah Cakung Jakarta Timur, pelaku pencabulan terhadap bocah berusia 8 tahun ditangkap polisi, dan baru satu korban yang melapor, polisi akan mengembangkan kasus ini, karena diduga masih ada korban lainnya. Menurut petugas kepolisian, informasinya ada tujuh korbannya, tapi yang melapor baru satu. Sangat memprihatinkan, satu orang pelaku, korbanya banyak . Kenapa bisa korban selalu bertambah, karena kasus perkasus selalu terlambat diketahui atau terungkap.


Banyak lembaga yang mencari cara, agar kejadian tidak terulang, namun tetap saja muncul kepermukaan, sejumlah anak telah diperlakukan tak senonoh. Bahkan regulasi juga sudah cukup banyak diterbitkan, tujuannya jelas untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan kepada bocah, namun kondisinya tak banyak berubah.
Hal inilah yang dibahas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rabu (17/4/2018), dengan mengundang berbagai profesi untuk memberikan masukan dalam rangka mencegahan tindakan kekerasan terhadap anak.


Pada acara ini diungkapkan, keterlibatan masyarakat merupakan langkah jitu untuk melindungi anak, dengan cara pencegahan dini, baik di lingkungan pemukiman dan di lingkungan sekolah. Namun sejumlah kendala yang sulit ditembus petugas berbasis masyarakyat ini, tak lain, adanya penghalang yang sulit ditembus. Seperti di lingkungan perumahan, khususnya di perkotaan seperti DKI Jakarta.


Salah satunya, ketika relawan atau petugas akan menembus rumah yang temboknya setinggi 4 meter, dan selalu tertutup, kerap mengalami kegagalan. Selanjutnya, pengurus RT/ RW, diharapkan bisa menjadi mediator, agar tugas perlindungan terhadap anak berjalan lancar. Ini ada benarnya, namun yang lebih benar, instansi atau petugas yang terkait aturan pembangunan harus tegas, melarang pembangunan yang tak ramah lingkungan, dan menertibkannya, karena ada kepentingan umum di sana.


Ini hanya bagian kecil saja, namun bisa saja menjadi penyebab malapetaka besar, jadi semua instansi harus menyadari, akibat kelalaiannya, akan menimbulkan kesulitan kepada delegasi instansi lain, ketika menjalankan tugasnya, termasuk pencegahan kekerasan terhadap anak.




    To add comments, you should login via Twitter or Facebook

    Sign in via Twitter Sign in via Facebook

    No comments yet.

    Kemelut PPDB  2018
    Suara Kita
    Penulis: Pangihutan Simatupang (Kepala SJI PWI DKI Jakarta, Red Sentana) Setiap tahun, salah satu kesibukan orangtua murid a...
    Tolak Kesepakatan Kontrak Freeport yang Merugikan Negara!
    Suara Kita
    Indonesian Resources Studies (IRESS) menolak keras rencana pemerintah menyelesaikan negosiasi kontrak tambang Freeport bulan in...
    Menelusuri Jejak Sejarah Pancasila
    Suara Kita
    Menjelang 73 tahun lahirnya Pancasila, dengan bantuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), saya dituntun untuk bertem...
    Merekatkan Serpihan Indonesia Hebat
    Suara Kita
    Kesejahteraan adalah impian seluruh rakyat Indonesia.Negara melalui pemerintahan lah, yang bertugas membikin impian rakyat jadi...
    Batalkan Permen ESDM No.23 Tahun 2018
    Suara Kita
    Presiden Joko Widodo perlu segera membatalkan Permen ESDM No.23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Migas yang Berakhi...
    Nilai-Nilai Pancasila di Pundak Jurnalis
    Suara Kita
    Oleh Pangihutan S (Red Sentana) PANCASILA sebagai ideologi bangsa telah melewati perjalanan panjang, beribu rintangan dan pe...
    Ratapan Dibalik Tol Ambruk
    Suara Kita
    Oleh Pangihutan Simatupang (Red Sentana)Ketika sebagian penduduk kota tertidur, para pekerja proyek infrastruktur tengah berjua...
    ​Pilkada dan Energy Untuk Rakyatnya
    Suara Kita
    Setelah 72 tahun negeri ini merdeka, saya harus berani jujur berkata, bahwa, barulah sekarang ini ada program BBM Satu Harga ya...
    ​BBM Satu Harga, Untuk Keadilan dan Kesetaraan
    Suara Kita
    Jika saya berhak mengatasnamakan rakyat yang ada di di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar atau 3T di negeri ini , maka saya ...