Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Matahari Kembar Hanya Sebuah Isu

31 Jan. 2017, 17.41.41

Matahari Kembar Hanya Sebuah Isu

Jakarta, Sentananews.com

Publik di negeri ini sangat tahu bahwa PT Pertamina (Persero) bukan satu-satuanya BUMN yang ada posisi Wakil Direktur Utama (Wadirut). Selain itu ternyata posisi Wadirut Pertamina tetap ada di bawah Dirut bukan sejajar, ini beda dengan posisi Wadirut di Pertamina sebelumnya.

Pemerintah terlihat sangat berupaya bahwa unit bisnis Pertamina di sektor hilir harus ditangani lebih khusus. Dengan demikian, sektor hilir yang dalam sejarah kelahiran BUMN ini hanya berperan menunjang pemenuhan kebutuhan migas bagi masyarakat, dapat menjadi unit bisnis yang mampu memberikan sumbangan devisa bagi bangsa ini sebagaimana dibuktikan oleh sektor hilir Pertamina di tahun 2015 dan 2016 yang ternyata mampu memberi sumbangan laba yang sangat besar bagi pemerintah.

Dalam keterpurukan bisnis minyak, Pertamina membuktikan mampu memberi laba yang signifikan. Ini menjadi bukti bahwa jika unit bisnis yang ada di Pertamina ditangani lebih khusus, maka akan sangat mungkin mampu memperbesar peran dan perolehan laba di Pertamina di masa mendatang.

Perbaikan dan perubahan yang telah dilakukan Pertamina khususnya sejak November 2014 yang terbukti mampu melibas "mafia" bisnis di Pertamina sangat mungkin membuat para mafia tersebut membuat jurus baru dengan "menghancurkan" Pertamina dari dalam antara lain dengan mengadu domba antar sesama insan Pertamina. Hal ini terbukti dengan gencarnya suara dan teriakan adanya Matahari Kembar di Pertamina.

Padahal sejatinya jika dikatakan ada matahari kembar maka posisi, kekuasaan dan kewenangan dari "matahari" itu pasti sama. Tapi kenyataannya tidak seperti itu bukan.

Publik sangat mahfum bahwa peluang bisnis di Pertamina sangat banyak dan juga besar. Bagi "pebisnis hitam ", ini bisa memperkecil peluangnya untuk menguasai seluruh peluang bisnis yang ada jika unit-unit bisnis yang ada selama ini dirubah struktur manajemen pengelolaannya oleh pemerintah. Dan ini tentu harus disikapi oleh "pebisnis hitam" itu dengan segala macam cara.

Pebisnis Hitam di Pertamina ini "gerah" dengan upaya pemerintah yang konsen untuk melakukan perbaikan di Pertamina dan ternyata pula berhasil antara lain misalnya terbukti melakukan program efisiensi yang mampu melahirkan penghematan bernilai triliunan rupiah. Begitu pula degan tender minyak oleh ISC yang dibawahi langsung oleh Dirut Pertamina yang terbukti mampu melibas trader hitam alias mafia migas .

Dapat dinyana terhadap hal tersebut, para pebisnis hitam telah "ngeri" untuk menentang dan berhadapan langsung dengan pemerintah dan akhirnya mereka melakukan serangan terkondisi rapi "menembak" langsung pejabat Pertaminanya dengan berbagai cara antara lain mengcreate opini dengan melakukan hembusan pembusukan yang jika dilakukan terus menerus pasti akan dipercaya oleh publik.

Mempermasalahkan adanya posisi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Pertamina yang ditetapkan sebagai keputusan kebijakan pemerintah dengan menyuarakan hal itu sebagai Matahari Kembar, adalah isu yang dipolitisir secara berlebihan.

Pembangkangan terhadap keputusan pemerintah terkait adanya posisi Wadirut Pertamina sangat pantas jika dilakukan oleh pihak yang anti terhadap pemerintah.

Oleh: Sofyano Zakaria

Pengamat Kebijakan Publik


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Kisah Eva dari Desa Lore Palu
Suara Kita
Tidak ada lagi senyum di wajah Eva (9). Ia hanya duduk lemas dengan tatapan kosong. Hiruk pikuk keriangan anak -anak lain saat ...
Sesak  Napas  Media Cetak   "Lawas"
Suara Kita
Oleh Pangihutan Simatupang ERA digital begitu cepat merubah, mempengaruhi cara berpikir dan bertindak manusia, terutama di bid...
​Merekonstruksi Peran BUMN Strategis Berdasarkan Konstitusi Ekonomi
Suara Kita
Pada tanggal 21 Agustus 2018, genap sudah 4 (empat) bulan 1 hari BUMN PT. (Persero) Pertamina dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt...
Pelatihan  Jurnalis dan Dunia "Antah Berantah"
Suara Kita
Penulis: Pangihutan Simatupang (Kepala SJI Prov. DKI Jakarta)Wartawan atau Jurnalis merupakan profesi yang unik, ini yang d...
Kemelut PPDB  2018
Suara Kita
Penulis: Pangihutan Simatupang (Kepala SJI PWI DKI Jakarta, Red Sentana) Setiap tahun, salah satu kesibukan orangtua murid a...
Tolak Kesepakatan Kontrak Freeport yang Merugikan Negara!
Suara Kita
Indonesian Resources Studies (IRESS) menolak keras rencana pemerintah menyelesaikan negosiasi kontrak tambang Freeport bulan in...
Menelusuri Jejak Sejarah Pancasila
Suara Kita
Menjelang 73 tahun lahirnya Pancasila, dengan bantuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), saya dituntun untuk bertem...
Merekatkan Serpihan Indonesia Hebat
Suara Kita
Kesejahteraan adalah impian seluruh rakyat Indonesia.Negara melalui pemerintahan lah, yang bertugas membikin impian rakyat jadi...
Batalkan Permen ESDM No.23 Tahun 2018
Suara Kita
Presiden Joko Widodo perlu segera membatalkan Permen ESDM No.23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Migas yang Berakhi...