Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Nilai-Nilai Pancasila di Pundak Jurnalis

7 Maret 2018, 11.03.08

Nilai-Nilai Pancasila di Pundak Jurnalis


Oleh Pangihutan S (Red Sentana)


PANCASILA sebagai ideologi bangsa telah melewati perjalanan panjang, beribu rintangan dan perdebatan terus saja menghadang. Para pejuang Pancasila tidak tinggal diam, ini merupakan kewajiban, mewujudkan dan mempertahankan persatuan bangsa bagi seluruh rakyat Indonesia. Meskipun berbeda suku, berbeda pulau, Pancasila menjadi pemersatu, harus rukun dan damai, inilah negeriku.


Di tengah ayunan gelombang hoax dan ujaran kebencian, tak bisa dipungkiri, peran pers menjadi harapan seluruh anak bangsa pecinta persatuan. Para jurnalis yang berada di garis depan peliputan, harus jeli dan berani mengedepankan idiologi Pancasila. Namun, perjuangan seorang wartawan harus dibekali wawasan Pancasila, paling tidak memahami hak konstitusional warga negara, khususnya bagi pers itu sendiri.


Bukan kebetulan, ketika seratus empat puluh lima pewarta dari seluruh pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke berkumpul di Pusdiklat Mahkamah Konstitusi Cisarua Bogor, Jawa Barat, selama empat hari, 26 Februari sampai 1 Maret 2018, menyerap dan membahas hak konstitusional pers yang disampaikan para pemateri, telah menambah, bahkan bagi sebagian peserta, telah membuka wawasan Pancasila yang selama ini mungkin terabaikan.


Di sini, di antara suara dan penegasan para pembicara atas arti dan fungsi Pancasilah, memacu semangat para penulis berita ini, melayangkan pertanyaan. Meskipun ada pertanyaan yang tak mungkin dijawab dan disimpulkan, tetapi paling tidak telah menemui jalur penyelesaiannya. Seperti UU MD3 yang dinilai akan membelengku hak konstitusional pers, akan dibawa ke ruang intern Mahkamah Konstitusi, yang langsung disampaikan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman pada penutupan acara Sosialisai Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara bagi Wartawan Media Massa Cetak, TV, Radio dan Online seluruh Indonesia.


Pernyataan tersebut merupakan bagian dari kepedulian pihak Mahkamah Konstitusi kepada hak konstitusional warga negara dan profesi wartawan. Ini bisa disebut satu upaya penyelamatan hakekat Pancasila , yang memang dijunjung tinggi para bapak bangsa. Namun sebagai wartawan, tidak mungkin hanya sebagai pengagum belaka, sebab nilai-nilai Pancasila ada di pundak kita. Teruslah berjuang, Tuhan beserta kita.

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Sesak  Napas  Media Cetak   "Lawas"
Suara Kita
Oleh Pangihutan Simatupang ERA digital begitu cepat merubah, mempengaruhi cara berpikir dan bertindak manusia, terutama di bid...
​Merekonstruksi Peran BUMN Strategis Berdasarkan Konstitusi Ekonomi
Suara Kita
Pada tanggal 21 Agustus 2018, genap sudah 4 (empat) bulan 1 hari BUMN PT. (Persero) Pertamina dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt...
Pelatihan  Jurnalis dan Dunia "Antah Berantah"
Suara Kita
Penulis: Pangihutan Simatupang (Kepala SJI Prov. DKI Jakarta)Wartawan atau Jurnalis merupakan profesi yang unik, ini yang d...
Kemelut PPDB  2018
Suara Kita
Penulis: Pangihutan Simatupang (Kepala SJI PWI DKI Jakarta, Red Sentana) Setiap tahun, salah satu kesibukan orangtua murid a...
Tolak Kesepakatan Kontrak Freeport yang Merugikan Negara!
Suara Kita
Indonesian Resources Studies (IRESS) menolak keras rencana pemerintah menyelesaikan negosiasi kontrak tambang Freeport bulan in...
Menelusuri Jejak Sejarah Pancasila
Suara Kita
Menjelang 73 tahun lahirnya Pancasila, dengan bantuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), saya dituntun untuk bertem...
Merekatkan Serpihan Indonesia Hebat
Suara Kita
Kesejahteraan adalah impian seluruh rakyat Indonesia.Negara melalui pemerintahan lah, yang bertugas membikin impian rakyat jadi...
Batalkan Permen ESDM No.23 Tahun 2018
Suara Kita
Presiden Joko Widodo perlu segera membatalkan Permen ESDM No.23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Migas yang Berakhi...
Kendala  Kecil   Pencegahan   Kekerasan  Terhadap  Anak
Suara Kita
Oleh Pangihutan Simatupang (Kepala SJI PWI DKI Jakarta/Red Sentana). TINDAKAN para "predator" anak sudah keterlaluan, sudah ...