Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

NKRI Bakal Punah?

19 Des. 2018, 16.01.38

NKRI Bakal Punah?

jakarta, sentananews.com

Tidak satupun negara di dunia ini luput dari ancaman kepunahan, tak terkecuali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan USA sekali pun. Negara-negara seperti Yugoslavia dan Cekoslawakia contohnya.

Suatu negara dapat bubar atau punah bila tidak ada lagi, atau hilangnya rasa Nasionalisme masyarakatnya. Selain itu, pondasi dasar negara atau idiologi sudah rapuh. Yugoslavia bubar karena hilangnya persatuan nasionalisme mereka, fanatisme kusukuan jadi awal penyebabnya, begitupun Cekoslawakia.

Di Timur tengah, memiliki Agama, budaya dan Bahasa yang nyaris sama pun terpecah-belah menjadi belasan negara. Bukan cuman itu, di kawasan itu tidak pernah sepi dari perang antar saudara. Masalahnya, perbedaan pandangan agama.

Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam Agama, Budaya, Suku dan bahasa masih tetap kokoh berdiri hingga saat ini. Hal itu karena ada Pancasila sebagai pondasi dasar dan idiologi yang menyatukan rakyatnya. Ini hal yang luar biasa yang tak ada satu pun di belahan bumi ini.

Mungkin karena itulah, tangan-tangan asing yang takut Indonesia bangkit berupaya menggerus, melenyapkan Pancasila di NKRI melalui boneka-boneka dan intelejen mereka yang beroperasi di Indonesia.

Kalau jaman penjajahan dulu, penghianat bangsa memberikan bocoran informasi tentang kekuatan dan posisi pejuang kepada penjajah, penghianat bangsa sekarang ini malah langsung berjuang, melalui jalur politik, agama dan sosial kemasyarakatan guna melemahkan negara sehingga si Tangan asing dapat bebas leluasa menguras Sumber Daya Alam (SDA) kita yang kaya melimpah.

Propaganda anti bahkan membeci disertai kutukan terhadap negara asing pu dilakukan. Seperti yang dikatakan almarhum Gus Dur bahwa di Indonesia telah terjadi "Arabisasi Islam dan Amerikanisasi Kristen" merujuk pada realitas di masyarakat kita bahwa ada aliran agama, baik di Islam maupun Kristen yang beraliran fanatisme intoleran. Mengganggap yang lain, meskipun agamanya sama, kafir atau sesat tidak masuk surga.

Bila aliran fanatisme tersebut terus berkembang dan bertambah banyak, akan sangat mudah memecah belah Indonesia, bahkan bisa dibenturkan.

Bukan rahasia lagi kalau AS dengan Arab Saudi adalah sekutu sejati. Dan bukan rahasia lagi kalau di negeri kita banyak tokoh yang merupakan antek-antek asing bahkan anggota dari badan intelejen seperti CIA. Sejarah smencatat itu.

Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand adalah beberapa negara tetangga Indonesia yang tentu sangat khawatir bila rakyat Indonesia cerdas, nasionalisme dan persatuan kesatuannya kuat. Karena itu akan membuat NKRI menjadi negara besar karena punya potensi SDA dan SDM yang besar. Tak bisa lagi Singapura punya lahan Sawit dengan luas 5 kali dari luas negaranya di Indonesia, Thailand dan Vietnam tak lagi jadi produsen ikan dunia karena memang ikannya dari laut Indonesia. Malaysia tak lagi jadi produsen sawit dunia karena sebagaian besar kebun sawitnya ada di Indonesia.

NKRI akan punah bukan karena Capres Prabowo-Sandi kalah, tapi kalau penghianat bangsa, para "Boneka-boneka" asing berhasil memecah belah Indonesia, merontokan Pancasila dan bersepakat dengan asing menjual dan mengeruk SDA kita. Semoga Tidak Terjadi.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Harga Tiket Pesawat, Avtur dan Perseturuan Otoritas Negara
Suara Kita
Polemik atas kenaikan harga tiket pesawat yang dikomplain oleh para calon penumpang di Banda Aceh, Provinsi NAD dengan cara mem...
Mana Agenda Caprrs Mengintervensi ProdukAnak Bangsa
Suara Kita
Suatu Jumat di bulan Agustus lalu, penulis berada di Yogyakarta. Wawancara. Dengan Profesor Doktor Sutrisna Wibawa, M.Pd, Rekto...
​Pembangunan Kilang Nasional: Mari Lawan Mafia
Suara Kita
Karena lambatnya pembangunan kilang, saat melantik Nicke Widyawati menjadi Dirut Pertamina (29/8/2018, pemerintah meminta Perta...
​Kisah Eva dari Desa Lore Palu
Suara Kita
Tidak ada lagi senyum di wajah Eva (9). Ia hanya duduk lemas dengan tatapan kosong. Hiruk pikuk keriangan anak -anak lain saat ...
Sesak  Napas  Media Cetak   "Lawas"
Suara Kita
Oleh Pangihutan Simatupang ERA digital begitu cepat merubah, mempengaruhi cara berpikir dan bertindak manusia, terutama di bid...
​Merekonstruksi Peran BUMN Strategis Berdasarkan Konstitusi Ekonomi
Suara Kita
Pada tanggal 21 Agustus 2018, genap sudah 4 (empat) bulan 1 hari BUMN PT. (Persero) Pertamina dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt...
Pelatihan  Jurnalis dan Dunia "Antah Berantah"
Suara Kita
Penulis: Pangihutan Simatupang (Kepala SJI Prov. DKI Jakarta)Wartawan atau Jurnalis merupakan profesi yang unik, ini yang d...
Kemelut PPDB  2018
Suara Kita
Penulis: Pangihutan Simatupang (Kepala SJI PWI DKI Jakarta, Red Sentana) Setiap tahun, salah satu kesibukan orangtua murid a...
Tolak Kesepakatan Kontrak Freeport yang Merugikan Negara!
Suara Kita
Indonesian Resources Studies (IRESS) menolak keras rencana pemerintah menyelesaikan negosiasi kontrak tambang Freeport bulan in...