Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Ratapan Dibalik Tol Ambruk

21 Feb. 2018, 12.41.13

Ratapan Dibalik Tol Ambruk


Oleh Pangihutan Simatupang (Red Sentana)


Ketika sebagian penduduk kota tertidur, para pekerja proyek infrastruktur tengah berjuang di antara debu dan kebisingan. Jalan tol, kebanggan kota besar, lintasan cepat cegah macet, itu harapan, bukan jaminan.

Di malam hari satu-persatu sisi pembangunan tol layang ambruk, korban berjatuhan, suara ratapan ditelan hempasan bangkai beton ber ton-ton. Pemerintah, penegak hukum dan pengawas sibuk mencari penyebab dan titik kesalahan, menghiasi pertanyaan panjang, kenapa harus terulang.

Dari Konstruksi Light Rapid Transit, lintas Velodrome-Kelapa Gading ambruk, kini bekisting pierhead proyek Tol Becakayu, di Kebon Nanas, Jakarta Timur, runtuh. Pemerintah mencatat ada beberapa kesamaan, sama-sama bekerja malam. Juga soal teknis didalami, kenapa bracket tember bisa jatuh, kurang kuat atau asal pasang baut, belum ada yang tahu.

Namun keluarga korban ingin tahu, bagaimana nasib kedepannya, yang masih jauh. Tak berhenti berharap, tubuh, kaki dan tangan tetap menjadi "tulang punggung", dan isi dapur tak ikut ambruk. Sudah pasti, masa depan anak geroti jiwa, jangan sampai seperti dia. Ini memang masalah, tangan keluarga korban mengelus dada menungg nurani penguasa.

Proyek ngebut sah-sah saja, namun utamakan keamanan dan keselamatan pekerja, kenyamanan itu jauh di sana, di kantor saja. Bikin rencana matang dan perketat pengawasan, jangan sampai lalai, seperti baut longgar, mudah lepas renggut nyawah pekerja kasar. Tak perlu cari kambing hitam, memang sudah jadi catatan hitam, buang saja petinggi berhati hitam.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Batalkan Permen ESDM No.23 Tahun 2018
Suara Kita
Presiden Joko Widodo perlu segera membatalkan Permen ESDM No.23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Migas yang Berakhi...
Kendala  Kecil   Pencegahan   Kekerasan  Terhadap  Anak
Suara Kita
Oleh Pangihutan Simatupang (Kepala SJI PWI DKI Jakarta/Red Sentana). TINDAKAN para "predator" anak sudah keterlaluan, sudah ...
Nilai-Nilai Pancasila di Pundak Jurnalis
Suara Kita
Oleh Pangihutan S (Red Sentana) PANCASILA sebagai ideologi bangsa telah melewati perjalanan panjang, beribu rintangan dan pe...
​Pilkada dan Energy Untuk Rakyatnya
Suara Kita
Setelah 72 tahun negeri ini merdeka, saya harus berani jujur berkata, bahwa, barulah sekarang ini ada program BBM Satu Harga ya...
​BBM Satu Harga, Untuk Keadilan dan Kesetaraan
Suara Kita
Jika saya berhak mengatasnamakan rakyat yang ada di di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar atau 3T di negeri ini , maka saya ...
​Kalang Kabut Program 35.000 MW yang Diserahkan ke Swasta
Suara Kita
Rasanya tidak berlebihan kita menunjukan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi kelistrikan nasional kita. Kondisi keuanga...
Ini Bukan Sekedar Neliberalisme Tapi Penjarahan!
Suara Kita
Haru, Sujud Syukur di Ruang Mahkamah Kostitusi (MK). Diluar dugaan banyak orang Serikat Pekerja PLN memenangkan gugatan Judiaci...
Pertamina Tak Perlu Latah Bangun SPBU Eceran Akar Rumput
Suara Kita
Seiring dengan kemajuan tehnologi, hampir 90 persen dari penjual BBM eceran yang menggunakan botol sekarang sudah beralih mengg...
Belajar di Sekolah Swasta Bukan Kiamat
Suara Kita
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah-sekolah negeri melahirkan suka bagi orang tua yang anaknya diterima dan menyisa...