Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Dianggap Rasis, Aplikasi Game Ini Ditarik dari Peredaran

16 Jan. 2016, 14.52.41

Dianggap Rasis, Aplikasi Game Ini Ditarik dari Peredaran

Sydney, Sentananews.com

Permainan video di Australia, yang mengajak pemainnya membunuh orang Aborigin, ditarik dari toko aplikasi setelah lebih dari 50.000 orang menandatangani petisi jaringan menentang permainan rasis tersebut.

Permainan itu, "Survival Island 3 - Australia Story", membuat pemainnya harus menemukan cara bertahan hidup di salah satu tempat paling berbahaya di dunia, termasuk harus bertarung dengan penduduk asli Aborigin. Anda harus menyerang rumah mereka.

Petisi berjaringan change.org, yang ditandatangani lebih dari 50.000 orang sejak dibuat pada Jumat, menyerukan permainan tersebut ditarik dari toko aplikasi telepon saku.

Penandatangan petisi itu mengatakan bahwa membunuh penduduk asli Australia bukan bahan permainan.

"Menjual permainan memromosikan rasisme dan stereotip negatif terhadap penduduk asli Australia tidak dapat diterima," kata petisi itu.

Pada pertengahan Sabtu, aplikasi permainan itu telah ditarik dari dua toko aplikasi ponsel pintar dominan, iTunes dari Apple dan Google Play.

Juru bicara perusahaan teknologi Google, yang menawarkan aplikasi melalui Google Play pada platform ponsel Android, tidak menanggapi permainan itu tetapi mengatakan Google akan menghapus "aplikasi yang melanggar kebijakan".

Sementara itu, Apple belum menanggapi permintaan komentar AFP, dan pembuat aplikasi permainan itu tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Anggota Komisi Diskriminasi Ras Australia, Tim Soutphommasane, menulis di Twitter bahwa "permainan yang mempromosikan kekerasan dan kebencian terhadap orang Aborigin itu tidak dapat diterima".

Orang Aborigin, suku paling malang di Australia, diperkirakan berjumlah sekitar satu juta pada saat kependudukan Inggris.

Namun, sekarang hanya ada 470.000 dari jumlah rakyat Australia sebanyak 23 juta. Warga Aborigin mengalami masalah penyakit, penjara dan masalah lain masyarakat dengan tingkat sangat tinggi, serta harapan pendidikan, pekerjaan dan kehidupan yang secara berarti lebih rendah.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Ini 4 Aplikasi Keren Yang Diblokir PlayStore
Tekno
Bagi pengguna handphone android sudah tentu bersahabat baik dengan aplikasi google playstore. Di Google Play Store jutaan aplik...
Terlalu Beresiko, Ahli Nuklir Indonesia Tolak Pembangunan PLTN Tawarkan EBT
Tekno
Hingga saat ini Indonesia masih berupaya membangun pembangkit listrik guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik nasional, khususn...
Terkait Pokemon GO, BIN Masih Kaji Untung Ruginya
Tekno
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso tengah kaji isu keamanan dalam permainan Pokemon Go. Game berbasis augmented reali...
Google Keyboard Kini Dukung Fasilitas Theme
Tekno
Belum lama ini Google Keyboard telah meluncur versi barunya, yakni versi 5.1. Pengguna aplikasi Google Keyboard dapat melakukan...
Wow, Tangkap Pokemon Langka Bisa Dapat Rp65 juta
Tekno
Meski baru dirilis, Pokemon Go mampu menyedot perhatian gamers di seluruh dunia. Di Indonesia, misalnya, ada gamer yang rela ke...
Ini Hal yang Perlu Diketahui Untuk Pemburu Pokemon
Tekno
Kepopuleran game Pokemon Go pada sebagian besar pengguna smartphone memang sedang tinggi. Namun, tak sedikit pula yang masih be...
Kapan Pokemon Go Meluncur Resmi di Indonesia?
Tekno
Game menangkap monster dengan bumbu augmented reality Pokemon Go secara resmi telah diluncurkan secara terbatas, yakni di Ameri...
Kalahkan Popularitas Twitter, Game Pokemon GO Laris Diunduh
Tekno
Pokemon Go adalah game di mana kamu akan bertindak sebagai pelatih Pokemon yang dapat menangkap berbagai jenis Pokemon di dunia...
Indonesia Akan Miliki Satelit Militer Senilai Rp11,2 Triliun
Tekno
Indonesia bakal memiliki satelit militer yang diluncurkan pada 2019 mendatang. Satelit tersebut merupakan buatan konsorsium Ero...