Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Terlalu Beresiko, Ahli Nuklir Indonesia Tolak Pembangunan PLTN Tawarkan EBT

1 Des. 2016, 12.05.36

Terlalu Beresiko, Ahli Nuklir Indonesia Tolak Pembangunan PLTN Tawarkan EBT

Jakarta, Sentananews.com

Hingga saat ini Indonesia masih berupaya membangun pembangkit listrik guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik nasional, khususnya untuk di daerah terpencil dan kepulauan.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang hingga saat ini masih menjadi pro-kontra. Pasalnya, untuk membangun PLTN terlebih dahulu haruslah membuat "Road Map" (peta jalan). Masuknya rencana pembangunan PLTN dalam RPJP 2005-2025 juga dituding tidak melalui proses yang transparan, dan tidak melibatkan partisipasi publik.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) A.Sonny Keraf mengatakan, pembangunan PLTN oleh Batan seperti dipaksakan dan berbau politis. Batan, kata dia, tidak transparan dan memberikan informasi bohong ke masyarakat.

"Jangan ada yang ditutup-tutupi. masyarakat harus tahu yang sebenarnya tentang resiko dan dampaknya dari pembangunan energi nuklir," kata Sonny di acara diskusi publik bertajuk 'Go Nuclear: Menanti Kehadiran Reaktor Fusi di Indonesia' di aula GWS, kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, Kamis 01/12/2016).

Sementara itu, Lolo M Panggabean,Ph.D,APU dalam paparannya di diskusi publik tersebut mengatakan, untuk membangun PLTN harus memenuhi isu dasar yang dipahami semua pihak, terutama masyarakat untuk menghasilkan kesepakatan.

"Pengelolaan PLTN tidak sama dengan PLTU yang sumber energinya ada, dapat dibangun, dibongkar kapan saja dan dimana saja. Dan yang paling penting, kita tahu cara mengelola dan mengerti teknologinya," kata Lolo yang dijuluki ahli nuklir Indonesia itu.

Perlu disadari, lanjut dia, Indonesia tidak memiliki sumber daya energi nuklir. Lagipula, belum ada studi cara penyimpanan Spant Fuel (limbah nuklir) dan lokasi yang cocok dan tepat yang mana harus disosialisasikan kepada masyarakat terlebih dulu.

"Jangan lupa, bahwa spant fuel mengeluarkan radiasi nuklir yang efeknya sangat berbahaya bagi mahluk hidup untuk waktu yang sangat panjang, hingga ratusan tahun," ungkapnya.

Dicontohkan Lolo, beberapa kecelakaan PLTN yang terjadi di beberapa negara di dunia seperti; Chemobyl (Ukrania), 26 April 1986 saat melakukan eksperimen nuklir, Three Mike Island (USA) meledak, 28 Maret 1979, akibat pressure relieve tidak tertutup, dan yang terbaru di Fukushima, Jepang, 11 Maret 2011, meledak mengeluarkan radiasi akibat gempa bumi, yang merusak bagian utara Jepang jadi "kota hantu".

"Adakah di Indonesia yang aman dari gempa?. Harus diingat, Indonesia berada di wilayah "Ring Fire" (lingkaran api) bumi yang rawan gempa," jelasnya.

Menurut dia, bila Indonesia ingin membangun PLTN (nuklir fisi ataupun fusi) harus memenuhi tiga syarat yakni; SDM yang disiplin dan mentalitas kokoh untuk menghindari kecerobohan yang dapat berakibat sangat fatal, lalu harus mempunyai Droven system, Hardware dan Software dan adakah lokasi di Indonesia yang bebas dari gempa dan tsunami.

"Kebutuhan energi listrik harus melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan dulu barulah memikirkan sumber energi lain," saran Lolo yang sepulang dari USA menguasai ilmu teknologi nuklir malah mengembangkan teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia ini.

Lolo juga mengingatkan, PLTN bukanlah suatu barang mainan karena resikonya sangat mengerikan.

Untuk diketahui, ada dua jenis energi nuklir yakni, Fisi dan Fusi. Nuklir Fisi ialah sumber energi yang tidak bersih karena berpotensi menyebabkan bencana lingkungan akibat radiasi nuklir sangat beresiko dan berbahaya. sedangakan nuklir fusi diasosiasikan sebagai energi nuklir bersih dan berbahan baku nyaris tidak terbatas masalahnya, pembangunan PLTN fusi sangat lama dan menelan biaya yang sangat mahal, sangat sulit mencapai breakeven (balik modal). Sangat kecil kemungkinannya tehnologi nuklir fusi dapat dibangun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Sementara tehnologi EBT saat ini sangat diminati, berkembang di negara-negara maju (eropa dan AS) karena berbiaya murah, tehnologinya mudah, bahan sumber energinya tidak akan habis, aman dan ramah lingkungan. ke depan malahan, nantinya setiap rumah atau orang dapat mengupayakan energi listriknya sendiri, tidak perlu lagi sambungan optik kabel dan tiang pembangkit listrik. EBT disebut sebagai rencana sumber energi listrik masa depan. lalu, kenapa Batan memaksakan PTN?.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Ini 4 Aplikasi Keren Yang Diblokir PlayStore
Tekno
Bagi pengguna handphone android sudah tentu bersahabat baik dengan aplikasi google playstore. Di Google Play Store jutaan aplik...
Terkait Pokemon GO, BIN Masih Kaji Untung Ruginya
Tekno
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso tengah kaji isu keamanan dalam permainan Pokemon Go. Game berbasis augmented reali...
Google Keyboard Kini Dukung Fasilitas Theme
Tekno
Belum lama ini Google Keyboard telah meluncur versi barunya, yakni versi 5.1. Pengguna aplikasi Google Keyboard dapat melakukan...
Wow, Tangkap Pokemon Langka Bisa Dapat Rp65 juta
Tekno
Meski baru dirilis, Pokemon Go mampu menyedot perhatian gamers di seluruh dunia. Di Indonesia, misalnya, ada gamer yang rela ke...
Ini Hal yang Perlu Diketahui Untuk Pemburu Pokemon
Tekno
Kepopuleran game Pokemon Go pada sebagian besar pengguna smartphone memang sedang tinggi. Namun, tak sedikit pula yang masih be...
Kapan Pokemon Go Meluncur Resmi di Indonesia?
Tekno
Game menangkap monster dengan bumbu augmented reality Pokemon Go secara resmi telah diluncurkan secara terbatas, yakni di Ameri...
Kalahkan Popularitas Twitter, Game Pokemon GO Laris Diunduh
Tekno
Pokemon Go adalah game di mana kamu akan bertindak sebagai pelatih Pokemon yang dapat menangkap berbagai jenis Pokemon di dunia...
Indonesia Akan Miliki Satelit Militer Senilai Rp11,2 Triliun
Tekno
Indonesia bakal memiliki satelit militer yang diluncurkan pada 2019 mendatang. Satelit tersebut merupakan buatan konsorsium Ero...
Xiaomi Mi5s Mulai Terungkap, Usung Layar 5,5 Inci?
Tekno
Berdasarkan informasi terbaru yang beredar di internet menunjukkan bahwa smartphone Xiaomi Mi5s kemungkinan besar mengusung lay...