SENTANANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono angkat suara terkait 115 siswa yang mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat (SR)
Agus Jabo mengatakan mundurnya ratusan siswa tersebut karena mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pasalnya mereka harus hidup di lingkungan baru dan tinggal di asrama.

‘Ini kan habitat baru ya, mereka terbiasa sama orang tuanya, teman-temannya. Kemudian masuk sekolah rakyat mereka harus diasramakan,” ujarnya.
Namun Agus Jabo menegaskan<span;> pemerintah sudah menyiapkan pengganti bagi siswa yang mengundurkan diri, mengingat jumlah anak yang membutuhkan Sekolah Rakyat masih sangat besar.
Pasalnya berdasar data BPS, terdapat sekitar 4,16 juta anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau belum sekolah.
“Jadi enggak apa-apa semua berproses dan kmi perintah Pak Presiden supaya anak anak Indonesia semua bisa bersekolah. Yang kaya, miskin semua harus sekolah,” kata Agus.
Agus Jabo menuturkan, untuk mengatasi masalah-masalah ke depannya, evaluasi terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat akan terus dilakukan.
‘Mulai dai proses pelaksanaan teknis, proses belajar mengajarkan, proses asramanya, proses makannya. Semua day to day.,” terangnya.
Sebelumnya Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, ratusan siswa Sekolah Rakyat memilih mengundurkan diri. Paling banyak berasal dari wilayah Jawa dan Sulawesi.
Total siswa yang mundur tercatat sebanyak 115 siswa, atau sekitar 1,4 persen dari total siswa yang diterima.
Jumlah ini masih sangat kecil dibanding total keseluruhan siswa Sekolah Rakyat, yaitu 9.705 siswa. (SN)








