SENTANANEWS.COM, Jakarta – Indonesia dan Tiongkok sepakat memperluas kerja sama pertahanan, tidak hanya dalam pengadaan atau kerja sama material, tetapi juga peningkatan kemampuan personel, latihan bersama, pendidikan militer, hingga industri pertahanan.
Hal itu dikatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan Tiongkok Laksamana Dong Jun di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Jumat (21/8).

“Kerja sama di bidang pertahanan ini tidak hanya kerja sama material, tapi juga kerja sama peningkatan kemampuan personel,” kata Sjafrie.
Sjafrie mengatakan Indonesia dan Tiongkok telah menjalin hubungan pertahanan yang erat selama hampir dua dekade. Ia menyebut dirinya turut hadir dalam penandatanganan Defense Cooperation Agreement (DCA) pada 2007 lalu.
“Sejak tahun 2007 sampai dengan saat ini sudah hampir dua dekade, tepatnya 19 tahun, hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini,” ujarnya.
Dalam kerja sama peningkatan kemampuan personel, kedua negara akan memperbanyak latihan bersama, pendidikan militer, serta pertukaran prajurit. Pertukaran itu tidak hanya menyasar perwira, tetapi juga bintara dan tamtama.
“Kita akan tingkatkan latihan bersama, kita akan tingkatkan sekolah, dan kita akan tingkatkan pertukaran prajurit TNI tidak hanya pada tingkat perwira, tapi juga di tingkat bintara dan tamtama,” kata Sjafrie.
Indonesia juga akan memperkuat kerja sama industri pertahanan dengan Tiongkok. Menurut Sjafrie, kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia untuk saat ini dan masa mendatang.
“Kami juga akan terus meningkatkan kerja sama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya.
Selain itu, Sjafrie mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk berpartisipasi dalam latihan bersama Heping Garuda. Ia menyebut latihan tersebut sebagai salah satu bentuk konkret hubungan antara TNI dan militer Tiongkok.
“Kami juga mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk ikut serta di dalam latihan bersama Komodo,” kata Sjafrie.
Sementara itu, Dong Jun mengatakan Tiongkok siap mempererat kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Menurut dia, hubungan kedua negara berada pada tahap baru di bawah kepemimpinan Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Presiden Ri, Prabowo Subianto.
“Hubungan kedua negara berada di titik awal yang baru. Tiongkok dan Indonesia sebagai komunitas senasib sepenanggungan memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan pembangunan,” kata Dong Jun melalui penerjemah.
Dong Jun mengatakan kerja sama pertahanan Tiongkok dan Indonesia telah berkembang dalam berbagai bidang dan tingkatan. Ia menyebut kerja sama kedua militer memiliki prospek yang luas.
“Saya dan Bapak Menteri Sjafrie akan terus berinteraksi secara erat, menetapkan arah dan langkah-langkah untuk memperdalam kerja sama selanjutnya,” ujarnya.
Dong Jun juga menyinggung pentingnya kerja sama kedua negara dalam menghadapi pengaruh kekuatan asing. Ia mengatakan Tiongkok dan Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara Global South dalam membangun pola kerja sama pertahanan.
“Kami akan bersama-sama untuk menggagalkan niat yang jahat dari kekuatan asing, dan memberikan contoh bagi negara-negara Global Selatan untuk melakukan kerja sama model baru di bidang pertahanan,” kata dia.
Menurut Dong Jun, kedua militer juga akan memperkuat peran dalam menjaga stabilitas kawasan melalui kerja sama keamanan dalam kerangka ASEAN. Kerja sama itu, kata dia, diarahkan untuk mendorong perdamaian, keamanan, dan kemakmuran kawasan.
“Kedua tentara akan memainkan sepenuhnya peran utama mereka sebagai penjaga stabilitas kawasan,” ujarnya.
Dong Jun dan Sjafrie sepakat hubungan pertahanan kedua negara terus ditingkatkan. Dong Jun optimistis kerja sama tersebut dapat membawa hubungan kedua militer ke tingkat yang lebih tinggi.
“Saya bersama Pak Menhan Sjafrie, kami sama-sama yakin bahwa di bawah kepemimpinan dan arahan kedua Kepala Negara, kita dapat meningkatkan hubungan kedua tentara ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Dong Jun.(SN)








