SENTANANEWS.COM, Jakarta – TNI bergerak cepat. Tanpa menunggu. Tanpa menunda. Operasi kemanusiaan skala besar digelar serentak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
30.864 prajurit diturunkan. 70 alutsista digerakkan. Jalur udara, laut, dan darat dibuka habis-habisan.

“Jumlah pesawat angkut 18 pesawat, helikopter 36 helikopter, kapal TNI yang dilibatkan ada 16 kapal, 14 KRI dan 2 ADRI,” tegas Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (5/12).
Pengiriman bantuan dikebut. Tidak boleh ada jeda. Tidak boleh ada yang terhambat.
Total 1.265,61 ton logistik sudah meluncur. 271,39 ton lewat Halim, 26,22 ton lewat airdrop, 968 ton lewat laut.
Semuanya digeser nonstop demi membuka jalur bantuan.
Di titik-titik kritis, pembangunan 18 jembatan Bailey berlangsung agresif. Enam di Aceh, Delapan di Sumbar. Empat di Sumut.
“Jembatan ini akses vital yang terputus. Harus segera dibuka kembali,” tegas Freddy.
Untuk kebutuhan dasar, TNI menggelar 21 dapur umum dan dapur lapangan. Sembilan mobil RO ditebar ke wilayah pengungsian untuk menjamin pasokan air bersih. Tidak boleh ada titik yang kekurangan.
Sektor kesehatan juga dikebut. Akses ke RSUD Aceh Tamiang yang sebelumnya tertutup banjir sudah dibuka kembali oleh prajurit di lapangan.
“Alhamdulillah, perbaikan layanan publik terus dikerjakan prajurit-prajurit kita tanpa henti,” ujar Kapuspen.
Ia menegaskan komitmen negara dalam mendampingi masyarakat terdampak.
“Saya pastikan negara hadir, TNI hadir, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ” pungkasnya. (SN)









