SENTANANEWS.COM, Jakarta – Upaya penyelundupan serbuk nikel melalui Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mengungkap pola baru jaringan pelaku yang mencoba mengalihkan operasi mereka dari jalur laut ke jalur udara.
Pasca TNI AL menahan dua kapal pengangkut nikel ilegal di Morowali pada November 2025, Weda Bay muncul sebagai titik rawan berikutnya yang diawasi ketat sebagai respons terhadap perubahan taktik ini.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa penguatan pengamanan dilakukan secara sistematis melalui penempatan Satgas Terpadu di bandara tersebut sejak 29 November.
Langkah ini terbukti langsung mempersempit ruang gerak kelompok penyelundup.
“Penempatan perangkat negara di wilayah rawan terbukti efektif. Negara hadir untuk memastikan sumber daya strategis tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Rico di Jakarta, Sabtu (6/12).
Menurut Rico, operasi di Weda Bay merupakan bagian dari eskalasi pengamanan nasional atas sumber daya mineral strategis. Ia menegaskan bahwa kejadian ini menunjukkan pentingnya konsistensi penindakan.
“Kita sudah melihat pola mereka. Karena itu, setiap celah harus ditutup,” katanya.
Rico menilai bahwa sinergi antara TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, Karantina, BMKG, AirNav Indonesia, dan Avsec memainkan peran penting dalam menggagalkan upaya penyelundupan tersebut.
Ia menyebut nikel sebagai komoditas strategis yang berpengaruh pada industri pertahanan, baterai energi, hingga rantai pasok global. “Nikel bukan mineral biasa. Ini adalah aset strategis bangsa,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa pengamanan ke depan akan semakin diperkuat melalui integrasi pengawasan digital, sensor udara dan maritim, serta sistem pengendalian logistik berbasis data real-time.
Satgas Terpadu di Weda Bay juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan agar seluruh aktivitas logistik dan penerbangan tetap berada dalam koridor hukum.
Kemhan, lanjutnya, menyampaikan apresiasi atas ketepatan operasi tersebut.
“Keberhasilan ini menunjukkan perangkat negara bekerja efektif. Koordinasi antarinstansi berjalan baik dan respons terhadap ancaman sangat cepat,” kata Brigjen Rico.
Sebelumnya Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa negara akan bertindak tegas terhadap seluruh bentuk kegiatan ilegal yang merugikan kepentingan nasional.
“Negara hadir untuk menegakkan hukum, menegakkan regulasi, dan kita perbaiki semua hal-hal yang sudah kita lihat selama ini terjadi. Tidak boleh ada republik di dalam republik,” tegas Menhan kepada awak media di Morowali, Kamis (20/11) lalu. (SN)









