Menu

Dark Mode
Kuasa Hukum Laporkan Kepala SDN Malaka Jaya ke Polda Metro Jaya Eks Tim Mawar Ungkap Strategi Prabowo Gabung BoP untuk Dukung Kemerdekaan Palestina Garda Mawar Beri Beasiswa hingga S1 untuk 11 Anak Yatim Korban Longsor Bandung Barat BPKP Kawal Pemprov DKI Menuju Jakarta Kota Global HKTI Kucurkan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana, Dorong Mitigasi Berbasis Pertanian 21 Mahasiswa STIK Angkatan 83 Turun ke Lapangan, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Aceh Barat

Megapolitan

Waktu Dua Minggu Pengosongan Rumah di TPU Kebon Nanas Tidak Manusiawi!

badge-check


					Waktu Dua Minggu Pengosongan Rumah di TPU Kebon Nanas Tidak Manusiawi! Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Warga yang tinggal di atas lahan TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, dibuat ketar-ketir. Pasalnya kabar bakal adanya penggusuran dengan batas waktu hanya dua pekan membuat mereka semakin gelisah.

Apalagi hingga kini sosialisasi belum merata, posko pendaftaran belum dibuka, dan surat peringatan pun belum satu pun turun. Duh!

Ketua RT 015 RW 02, Sumiyati, mengatakan ada 96 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di lokasi tersebut. Namun yang diundang sosialisasi hanya 68 KK.

“Masih banyak yang belum dipanggil. Warga yang ngontrak dan pemilik rumah yang tidak tinggal di lokasi tidak masuk undangan,” jelas Sumiyati, Sabtu (22/11).

Dalam sosialisasi yang digelar Pemkot Jakarta Timur dan Kecamatan Jatinegara, warga ditawari relokasi ke Rusun Rawa Bebek atau Rusun Pulo Jahe.

Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut dari Pemkot Jakarta Timur.

“Katanya mau buka posko pendaftaran rusun, tapi sampai sekarang enggak jelas kapan dimulainya,” keluhnya.

Keresahan warga makin membesar setelah melihat pemberitaan di media sosial yang menyebut ada tenggat dua minggu untuk mengosongkan rumah.

“Dikasih waktu dua minggu itu maksudnya apa? Eksekusi atau daftar rusun? Enggak ada info yang jelas,” ujarnya heran.

Lebih parah lagi, warga mengaku belum menerima satu pun Surat Peringatan (SP) dari pemerintah.

“Belum ada SP, sama sekali belum,” tegas Sumiyati.

Ia menilai eksekusi mendadak tanpa proses manusiawi akan menyulitkan warga. Banyak warga bekerja di sekitar lokasi dan memiliki anak yang sekolah tak jauh dari sana.

“Pindah itu enggak semudah membalikkan telapak tangan. Ada anak sekolah, ada yang kerja. Masa langsung diusir,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Jakarta Timur berencana menertibkan permukiman warga di area TPU Kebon Nanas untuk mengembalikan fungsi lahan pemakaman.

Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan, menyebut penertiban perlu dilakukan karena ketersediaan makam di Jakarta semakin krisis.

Dari 69 TPU yang menjadi aset Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, hampir semuanya penuh. Hanya sembilan TPU yang masih dapat digunakan untuk pemakaman.

“Kami minta dikembalikan lahan yang digunakan mereka untuk tempat tinggal,” pungkasnya. (SN)

Read More

Pasca Relokasi Warga, TPU Kebon Nanas Siap Tampung 2.000 Jenazah

8 February 2026 - 09:05 WIB

Candaan Pramono ke JK: Kepala Daerah Kerja dengan Pikiran, Bukan Sekadar Turun ke Gorong-gorong

8 February 2026 - 05:15 WIB

Pemprov DKI Pastikan Pembangunan Embung Cakung Barat Dimulai 2026

27 January 2026 - 15:21 WIB

Banjir Satu Meter Kembali Rendam Cakung Barat, Warga Menunggu Solusi Permanen

27 January 2026 - 13:14 WIB

TOC ke-16 MH Thamrin Dibuka, Ruang Adu Prestasi Sekaligus Cegah Tawuran

25 January 2026 - 11:45 WIB

Trending on Megapolitan