Menu

Dark Mode
Dugaan Perselingkuhan Mahasiswi dan Petinggi Kampus Viral di Medsos Kanwil Kementerian HAM DKJ Deklarasi Kampung Redam di Tujuh Wilayah Kuasa Hukum Sebut Dirut PT MMJ Akui Kuasai Pabrik Sawit PT PAL Tanpa Izin Titik Jatuh Airbus H130 Ditemukan, 8 Jenazah Dievakuasi TNI Vespa Terbakar di Jalan, Berkas Wisuda Igo Hangus dalam Sekejap Rokok Jadi Modus, Sabu Gagal Masuk Lapas Narkotika Jakarta

Megapolitan

Diintimidasi Mafia Kios, Pedagang Pramuka Rugi Puluhan Juta

badge-check


					Diintimidasi Mafia Kios, Pedagang Pramuka Rugi Puluhan Juta Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Kisruh di Pasar Pramuka, Jakarra Timur, makin lama makin panas, bahkan panasnya sampai bikin kompor dapur kalah.

Pasalnya para pedagang obat di pasar itu mengaku digertak, ditodong mental, bahkan diintimidasi oleh gerombolan yang diduga mafia kios.

Pedagang dipaksa tutup toko, imbasnya merela tekor puluhan juta. Yang dagang jadi korban, yang ngaku-ngaku perwakilan malah ngatur seenaknya.

Dalam video viral unggahan @warungjurnalis, terlihat seorang pedagang berbaju putih cuma bisa pasrah ketika dua pria berbaju merah datang seperti debt collector ketinggalan target.

Yang satu ngelihatin tajam, yang satu lagi gaya sok jagoan. Pedagang lain cuma nonton, takut kena imbas, sampai akhirnya pria berjaket merah berusaha melerai.

Salah satu pedagang yang ikut kena dampak intimidasi, LT (37) bilang kejadian itu pecah saat kelompok yang mengatasnamakan diri “tim 15” memaksa semua toko tutup pada Kamis (13/11).

Alasannya: solidaritas menolak revitalisasi pasar. Kenyataannya: pedagang malah gulung kerugian.

“Kita lagi rame pesanan, malah dipaksa tutup. Rugiya bukan recehan. Puluhan juta hilang begitu aja,” ujar LT, seperti menahan kesal yang sudah naik ke ubun-ubun.

LT bilang sudah lima tahun ia berdagang di sana, tapi baru kali ini merasakan pasar serasa punya faksi tertentu.

Yang menolak revitalisasi disebutnya bukan pedagang asli, tapi kelompok yang ingin mempertahankan “zona nyaman” mereka.

“Kami pedagang justru dukung revitalisasi. Biar pasarnya bagus, pembeli nyaman. Yang ribut-ribut itu malah bikin kami kehilangan pemasukan,” kata LT.

Para pedagang berharap bisa jualan lagi tanpa diatur-atur oleh pihak yang merasa paling berkuasa. Pasar seharusnya tempat cari nafkah, bukan arena intimidasi berkedok solidaritas.

Jika drama ini berlanjut, bukan cuma pedagang yang rugi—tapi nama besar Pasar Pramuka bisa hilang digilas mafia-mafiaan yang makin hari makin liar. (SN)

Read More

Dugaan Perselingkuhan Mahasiswi dan Petinggi Kampus Viral di Medsos

25 April 2026 - 11:54 WIB

Foto : Ilustrasi selingkuh

Kanwil Kementerian HAM DKJ Deklarasi Kampung Redam di Tujuh Wilayah

20 April 2026 - 13:59 WIB

Vespa Terbakar di Jalan, Berkas Wisuda Igo Hangus dalam Sekejap

17 April 2026 - 12:01 WIB

Rokok Jadi Modus, Sabu Gagal Masuk Lapas Narkotika Jakarta

16 April 2026 - 13:46 WIB

Empat Pelaku Transaksi Tramado Diamankan Satpom Lanud Halim

11 April 2026 - 12:46 WIB

Empat Pelaku pengedar tramadol diamankan Satpom TNI AU /Instagram Lanud Halim Perdanakusuma
Trending on Megapolitan