Menu

Dark Mode
Muhammad Dzuljabbar: Kolektor Action Figure yang Mengubah Hobi Jadi Cuan Vonis Bengawan Kamto Tuai Kritik, Kuasa Hukum Soroti Unsur Mens Rea Anies: Ekonomi Tidak Baik-Baik Saja, Pemerintah Jangan Tutupi Fakta Kejari Bongkar Korupsi Mesin Jahit Rp9 Miliar, Eks Kasudin Jaktim Jadi Tersangka Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei Jadi Penasihat Kota Riyadh, Anies Sebut Jakarta Mulai Diperhitungkan Dunia

Megapolitan

Orang Tua Siswa Minta Program MBG Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan di Duren Sawit

badge-check


					FOTO : Ilustrasi polkam.go.id Perbesar

FOTO : Ilustrasi polkam.go.id

SENTANANEWS.COM. Jakarta – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) andalan Presiden RI Prabowo Subianto diminta untuk segera dievaluasi menyusul kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/4).

Permintaan tersebut disampaikan salah satu orang tua siswa berinisial Z, pasca anakalnya menjadi korban dugaan keracunan menu MBG.

Ia menilai evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama terkait aspek keamanan dan transparansi dalam pengolahan makanan.

“Kalau gue pribadi sih nggak, lebih baik kalau mau ya diuangkan aja gitu. Kalau mau lebih transparan gitu, aman,” ujar Z saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/4)

Menurutnya, skema distribusi makanan dalam program MBG juga perlu ditinjau ulang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia bahkan mengusulkan agar bantuan dialihkan dalam bentuk uang, sehingga orang tua dapat menyiapkan langsung makanan untuk anak-anak mereka.

“Jadi biar nanti orang tua bawa makanan sesuai yang diarahkan sama guru, gitu lho. Tiap hari bawa makanan ke sekolah, ditunjukin guru nih menunya nih,” tuturnya.

Z menilai, dengan skema tersebut, pengawasan tetap bisa dilakukan oleh pihak sekolah melalui peran guru.

“Jadi orang tua masak masing-masing. Jadi anak-anak bawa bekal, bekalnya nanti guru periksa, di-cross check,” tambahnya.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan terjadi pada Kamis (2/4), menimpa siswa dan guru di kawasan Duren Sawit.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut terdapat 72 siswa dari empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa yang terdampak.

Empat sekolah tersebut yakni SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 07, serta SMAN 91 Jakarta.

“Memang diduga dari makanan spagetinya. Tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,” ungkapnya.

Sementara Badan Gizi Nasional menyampaikan jumlah korban berbeda, yakni sebanyak 60 siswa.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

“Seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik,” ujarnya. (SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Jaktim Sulap Kolong Flyover Jadi Arena Tinju

8 May 2026 - 13:10 WIB

Dari Ruang Komputer Sekolah, Fadlan Menembus Dunia Film Futuristik

7 May 2026 - 14:30 WIB

Kanwil KemenHAM DK Jakarta Perkuat Sinergi Keamanan dan HAM Lewat Sosialisasi VPSHR

5 May 2026 - 14:20 WIB

Dugaan Perselingkuhan Mahasiswi dan Petinggi Kampus Viral di Medsos

25 April 2026 - 11:54 WIB

Foto : Ilustrasi selingkuh

Kanwil Kementerian HAM DKJ Deklarasi Kampung Redam di Tujuh Wilayah

20 April 2026 - 13:59 WIB

Trending on Megapolitan