Menu

Dark Mode
AHY : Enam Bandara Tutup Akibat Abu Anak Krakatau, 150 Ribu Penumpang Terdampak Garda Mawar Salurkan Ratusan Paket Sembako di Pandeglang TNI Siagakan 1.012 Personel Antisipasi Aktivitas Gunung Sinabung Kebakaran Hutan Kepung Kalbar dan Kalsel, 859 Hektare Lahan Terbakar Indonesia-Tiongkok Perluas Kerja Sama Militer hingga Industri Pertahanan Rutan Surabaya Gelar Razia Insidentil, Peredaran Narkoba Dibidik

Megapolitan

Orang Tua Siswa Minta Program MBG Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan di Duren Sawit

badge-check

FOTO : Ilustrasi polkam.go.id Perbesar

FOTO : Ilustrasi polkam.go.id

SENTANANEWS.COM. Jakarta – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) andalan Presiden RI Prabowo Subianto diminta untuk segera dievaluasi menyusul kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/4).

Permintaan tersebut disampaikan salah satu orang tua siswa berinisial Z, pasca anakalnya menjadi korban dugaan keracunan menu MBG.

Ia menilai evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama terkait aspek keamanan dan transparansi dalam pengolahan makanan.

“Kalau gue pribadi sih nggak, lebih baik kalau mau ya diuangkan aja gitu. Kalau mau lebih transparan gitu, aman,” ujar Z saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/4)

Menurutnya, skema distribusi makanan dalam program MBG juga perlu ditinjau ulang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia bahkan mengusulkan agar bantuan dialihkan dalam bentuk uang, sehingga orang tua dapat menyiapkan langsung makanan untuk anak-anak mereka.

“Jadi biar nanti orang tua bawa makanan sesuai yang diarahkan sama guru, gitu lho. Tiap hari bawa makanan ke sekolah, ditunjukin guru nih menunya nih,” tuturnya.

Z menilai, dengan skema tersebut, pengawasan tetap bisa dilakukan oleh pihak sekolah melalui peran guru.

“Jadi orang tua masak masing-masing. Jadi anak-anak bawa bekal, bekalnya nanti guru periksa, di-cross check,” tambahnya.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan terjadi pada Kamis (2/4), menimpa siswa dan guru di kawasan Duren Sawit.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut terdapat 72 siswa dari empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa yang terdampak.

Empat sekolah tersebut yakni SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 07, serta SMAN 91 Jakarta.

“Memang diduga dari makanan spagetinya. Tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,” ungkapnya.

Sementara Badan Gizi Nasional menyampaikan jumlah korban berbeda, yakni sebanyak 60 siswa.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

“Seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik,” ujarnya. (SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
1

Garda Mawar Salurkan Ratusan Paket Sembako di Pandeglang

5 September 2026 - 08:03 WIB

Kebakaran Hutan Kepung Kalbar dan Kalsel, 859 Hektare Lahan Terbakar

3 September 2026 - 00:16 WIB

Jamuan Rakyat di TPU Kebon Nanas, Ribuan Warga Rayakan HUT ke-81 RI

18 August 2026 - 10:25 WIB

Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing

25 July 2026 - 15:29 WIB

Gelar Aksi di DPR, Mahasiswa PTKIN Minta Kejaksaan Berbenah

10 July 2026 - 11:32 WIB

Trending on Megapolitan