SENTANANEWS.COM, Jakarta — Puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasatlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Fahra, menyampaikan seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan berjumlah 72 orang masih dirawat inap.

“Masih. Rawat inap semua,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Minggu (5/4) sekitar pukul 12.14 WIB.
Farida menduga belum adanya pasien yang dipulangkan berkaitan dengan libur panjang akhir pekan dan momentum Hari Paskah, sehingga proses observasi medis masih berlangsung.
“Iya, mungkin karena libur Paskah dan Sabtu-Minggu,” katanya.
Sebelumnya, program MBG kembali menjadi sorotan setelah puluhan siswa dan guru di kawasan Duren Sawit dilaporkan tumbang usai menyantap menu yang dibagikan di sekolah pada Kamis (2/4).
Salah satu orang tua siswa berinisial Z mengatakan anaknya sempat mengonsumsi menu spageti yang dibagikan sekitar pukul 11.00 WIB.
“Anak saya makan, tapi nggak banyak, nggak habis. Biasanya juga dibungkus, tapi kemarin karena menunya spageti, dimakan di sekolah,” ujarnya, Jumat (3/4) malam.
Ia menyebut tidak hanya siswa yang terdampak, tetapi juga sejumlah orang tua yang mengonsumsi makanan sisa yang dibawa pulang anak mereka.
Selain itu, ia juga menerima informasi adanya kejadian serupa di sekolah lain di kawasan tersebut.
“Karena Puskesmas penuh, sebagian lainnya beralih ke Rumah Sakit Duren Sawit,” katanya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut terdapat 72 siswa dari empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa yang terdampak.
Empat sekolah tersebut yakni SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 07, serta SMAN 91 Jakarta.
“Memang diduga dari makanan spagetinya. Tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,” ujarnya usai menjenguk korban di RSKD Duren Sawit, Sabtu (4/4).
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan jumlah korban sebanyak 60 siswa, berbeda dengan data yang disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
“Seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik,” ujarnya dalam keterangan resmi. (SN)









