SENTANANEWS.COM, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla meninjau pelaksanaan kerja bakti bertajuk Jaga Jakarta di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (7/2)
Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Pramono sempat melontarkan candaan kepada Jusuf Kalla terkait latar belakang keduanya yang sama-sama dibesarkan dalam tradisi teknokrasi, sehingga lebih fokus pada perumusan kebijakan dan sistem.
“Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK, ‘Pak JK kita ini dibesarkan dalam teknokrasi’. Pasti Pak JK sama saya, enggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya,” kata Pramono usai peninjauan, yang disambut tawa Jusuf Kalla.
Pramono mengatakan, sebagai kepala daerah ia bisa saja turun langsung ke gorong-gorong untuk melihat kondisi saluran air. Namun, menurut dia, hal tersebut justru bisa menjadi perhatian berlebihan.
“Sekali-sekali gubernur masuk gorong-gorong saya mau saja, Pak, tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong,” ujarnya.
Pramono menegaskan, pelaksanaan kerja bakti Jaga Jakarta akan dilakukan secara rutin dan serentak di seluruh wilayah Jakarta.
Pada kegiatan kali ini, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan lebih dari 171 ribu personel.
“Dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan, selain 171.134 orang yang bekerja, kegiatan ini sebenarnya sudah berlangsung terus-menerus,” katanya.
Selain mengerahkan personel, Pemprov DKI Jakarta juga menurunkan alat berat untuk mendukung normalisasi sungai dan saluran air.
Sebanyak 60 unit ekskavator dan 144 unit dump truck diterjunkan untuk mengangkut sedimen di sungai dan saluran.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipimpin langsung oleh Jusuf Kalla, serta dilaksanakan di sedikitnya 66 lokasi di berbagai wilayah Jakarta.
Aksi Jaga Jakarta ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sedimen, memperlancar aliran air, serta menekan potensi genangan dan banjir, khususnya di wilayah rawan seperti Cipinang Melayu. (SN)









