Menu

Dark Mode
HUT ke-81 RI, Ditjenpas Jakarta Fasilitasi Operasi Katarak 20 Ormas Gabung FORMAS, Hashim Bicara MBG Kontraktor Tagih Pembayaran Proyek SPPG, Klaim BGN Tunggak hingga Rp800 Miliar Michelle Wibowo Mangkir dari Panggilan Polisi, Laporan Natalia Rusli Berlanjut Kasus Dugaan Masuk Pekarangan Tanpa Izin yang Menjerat Japriyanto Naik ke Penyidikan Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing

Hukum

Kakek 72 Tahun Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Sebut Utang Sudah Lunas

badge-check

Kakek 72 Tahun Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Sebut Utang Sudah Lunas Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta — Seorang kakek berusia 72 tahun, Yosep Anton Ediwidjaja, diduga menjadi korban kriminalisasi dalam kasus utang Rp15 miliar yang kini diproses hukum di Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum Yosep, Antonius Nugroho, mengatakan kliennya yang telah lanjut usia (Lansia) dan dalam kondisi kesehatan menurun tetap harus menghadapi proses hukum meski kewajiban utang tersebut diklaim telah diselesaikan.

“Klien kami ini sudah berusia lanjut dan dalam kondisi sakit, tetapi justru ditetapkan sebagai tersangka. Padahal, hubungan ini adalah hubungan keperdataan dan beliau hanya sebagai penjamin,” kata Antonius di Jakarta, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, perkara bermula dari investasi pelapor dalam proyek pensertifikatan tanah melalui PT Cihunimas pada 2016. Dalam prosesnya, Yosep bertindak sebagai penjamin atas pinjaman tersebut.

Namun, proyek pensertifikatan tidak dapat dilanjutkan karena kendala non-teknis di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Ketika proyek tidak berjalan, klien kami menawarkan pengembalian dana. Pelapor memilih skema novasi saham sebesar Rp12,5 miliar dan sisanya Rp2,5 miliar dibayarkan tunai berikut bunga,” ujarnya.

Antonius menegaskan seluruh kewajiban tersebut telah diselesaikan oleh kliennya.

“Novasi saham Rp12,5 miliar sudah clear, pembayaran Rp2,5 miliar juga sudah clear, termasuk bunga sekitar Rp3 miliar juga sudah dibayarkan,” katanya.

Ia juga menyoroti hasil gelar perkara khusus yang menyatakan perkara tersebut tidak memenuhi unsur pidana.

“Dalam gelar perkara khusus bahkan disebutkan ini merupakan perkara perdata dan terdapat kekeliruan dalam penentuan subjek hukum atau error in persona,” ucapnya.

Menurut dia, penetapan tersangka terhadap Yosep dinilai janggal karena tidak sejalan dengan hasil pengawasan internal kepolisian.

“Kami melihat ada pembangkangan terhadap hasil pengawasan. Seharusnya rekomendasi tersebut menjadi acuan dalam proses penyidikan,” katanya.

Sementara itu, Yosep mengaku telah memenuhi seluruh kewajibannya sebagai penjamin sejak beberapa tahun lalu.

“Saya ini hanya penjamin, bukan yang berutang. Tetapi saya sudah membayar semuanya, baik melalui novasi saham maupun pembayaran tunai beserta bunga,” kata Yosep.

Ia mengaku heran karena kasus tersebut justru muncul setelah bertahun-tahun.

“Tujuh tahun kemudian saya dilaporkan dan langsung jadi tersangka. Saya tidak mengerti dasar hukumnya apa,” ujarnya.

Yosep juga menyebut dirinya justru memiliki piutang yang lebih besar terhadap pelapor.

“Saya sedang menagih sekitar Rp114 miliar, tetapi malah saya yang lebih dulu dijadikan tersangka,” katanya.

Pihaknya juga telah melaporkan pelapor ke Bareskrim Polri terkait dugaan belum dikembalikannya dana Rp114 miliar.

“Kami berharap penegak hukum dapat bersikap objektif dan menghentikan perkara ini karena tidak memenuhi unsur pidana,” ujarnya.

Awak media sudah mengonfirmasi ke Polda Metro Jaya terkait kasus yang menimpa Yosep Anton Ediwidjaja.

Namun Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto urung merespon. (SN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
1

HUT ke-81 RI, Ditjenpas Jakarta Fasilitasi Operasi Katarak

11 August 2026 - 08:05 WIB

Michelle Wibowo Mangkir dari Panggilan Polisi, Laporan Natalia Rusli Berlanjut

3 August 2026 - 15:55 WIB

Kasus Dugaan Masuk Pekarangan Tanpa Izin yang Menjerat Japriyanto Naik ke Penyidikan

28 July 2026 - 07:51 WIB

Eksepsi Ditolak, Sidang Ratu Terduga Penipuan Investasi Rp5 Miliar Berlanjut

20 July 2026 - 13:08 WIB

Diduga Cacat Administrasi, SHGB Bukit Podomoro Duren Sawit Diminta Diblokir

16 July 2026 - 09:11 WIB

Trending on Hukum