Menu

Dark Mode
Muhammad Dzuljabbar: Kolektor Action Figure yang Mengubah Hobi Jadi Cuan Vonis Bengawan Kamto Tuai Kritik, Kuasa Hukum Soroti Unsur Mens Rea Anies: Ekonomi Tidak Baik-Baik Saja, Pemerintah Jangan Tutupi Fakta Kejari Bongkar Korupsi Mesin Jahit Rp9 Miliar, Eks Kasudin Jaktim Jadi Tersangka Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei Jadi Penasihat Kota Riyadh, Anies Sebut Jakarta Mulai Diperhitungkan Dunia

Internasional

SBY Minta PBB Hentikan Penugasan UNIFIL di Lebanon

badge-check


					Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/Facebook Perbesar

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/Facebook

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas dengan mempertimbangkan penghentian penugasan pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Menurut SBY, kondisi di lapangan saat ini sudah tidak lagi sesuai dengan mandat awal misi perdamaian.

Ia menilai, eskalasi konflik yang meningkat membuat pasukan penjaga perdamaian, termasuk dari Indonesia, berada dalam situasi yang sangat berbahaya.

“Atas dasar itu, PBB harus segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini,” tulis SBY dalam akun resminya di media sosial X, Minggu (5/4)

Ia menegaskan, pasukan peacekeeper tidak dipersenjatai untuk menghadapi pertempuran aktif. Oleh karena itu, keberadaan mereka di wilayah yang kini telah menjadi zona konflik dinilai tidak lagi relevan dengan mandat “peacekeeping”.

“Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi peacekeeper karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung,” tegasnya.

SBY juga menekankan pentingnya sikap tegas dari PBB dalam merespons situasi tersebut, termasuk melalui forum tertinggi organisasi dunia itu.

“Dewan Keamanan PBB harus segera bersidang dan bisa mengeluarkan resolusi yang tegas dan jelas. PBB tidak boleh pilih kasih dan menggunakan standar ganda,” tegasnya.

Dilaporkan sebelumnya, tiga personel penjaga perdamaian Indonesia tewas saat menjalankan tugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Ketiganya adalah Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon. (SN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jadi Penasihat Kota Riyadh, Anies Sebut Jakarta Mulai Diperhitungkan Dunia

17 May 2026 - 10:54 WIB

Ngundang Tokoh Pro Israel Peter Berkowitz, NU Khilaf

28 August 2025 - 12:29 WIB

KBRI Dili Selidiki WNI yang Tewas di Timor Leste

20 August 2025 - 15:11 WIB

Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Turki, Tak Ada Korban WNI 

11 August 2025 - 17:32 WIB

WNI yang Bertemu Kelompok Oposisi Myanmar dapat Amnesti

20 July 2025 - 13:08 WIB

Trending on Internasional