Menu

Dark Mode
Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei Jadi Penasihat Kota Riyadh, Anies Sebut Jakarta Mulai Diperhitungkan Dunia Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Kejanggalan dalam Kasus Kredit PT PAL Bareskrim dan Lapas Cipinang Ungkap Peredaran Vape Etomidate di Tempat Hiburan Malam Lapas Narkotika Jakarta Gelar Razia dan Tes Urin Bersama Aparat Penegak Hukum Pemkot Jaktim Sulap Kolong Flyover Jadi Arena Tinju

Video

Kemenkes Sebut Demensia Pada Lansia Jangan Dianggap Remeh

badge-check

SENTANANEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI menggelar pemeriksaan dan edukasi kesehatan pada para lanjut usia (Lansia) di Sasana Tresna Werdha RIA Pembangunan, Cibubur, Jakarta Timur.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi mengatakan kegiatan diadakan dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional pada dan menyambut bulan peduli Alzheimer sedunia,

Alzheimer yakni penyakit otak menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku.

“Kita melakukan beberapa kegiatan, kita ingin agar para Lansia di sini senang, bahagia. Jadi ada hiburan, talkshow bagaimana menjaga kesehatan,” kata Pambudi, Selasa (29/7/2025).

Kegiatan pemeriksaan kesehatan diikuti 150 penghuni Lansia di antaranya meliputi deteksi dini penyakit menular, penyakit tidak menular, masalah gizi, gangguan mental emosional.

Lalu skrining tuberkolosis, tujuannya memastikan tidak ada Lansia yang terjangkit tuberkolosis dan berisiko menularkan penyakit kepada para penghuni lain.

Kementerian Kesehatan juga mengajak para Lansia dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan pemahaman terhadap penyakit Alzheimer atau Demensia.

“Kita kaitkan karena kebanyakan orang yang Alzheimer juga Lansia. Jadi sebagai salah satu upaya kita mensosialisasikan terkait Alzheimer. Tag linenya jangan maklum akan pikun,” ujarnya.

Pambudi menuturkan pemahaman terkait penyakit Demensia atau pikun penting karena mempengaruhi kondisi kesehatan mental Lansia, dan berisiko menimbulkan masalah-masalah sosial.

Berdasarkan data Alzheimer Disease International pada 2021 lebih dari 55 juta (65%) orang hidup dengan demensia, angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 78 juta pada tahun 2030.

“Jadi salah satu yang kami sampaikan adalah kita perlu menolak lupa. Kepikunan itu bukan tanda-tanda wajar, jadi memang harus dikenali sejak awal, dan kalau bisa dihindari pelupa itu,” pungkasnya. (SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal ‘Seluruh Tanah Rakyat Milik Negara’, Nusron Minta Maaf

12 August 2025 - 10:19 WIB

Tabung Gas Meledak, Lansia Terluka dan Rumah Hancur

21 July 2025 - 11:18 WIB

4 Bocah Jenazah Kebakaran Tebet Jaksel Terindentifikasi

21 July 2025 - 08:28 WIB

Prabowo Nyanyi di HUT ke-78 Siti Hardjanti Wismoyo

20 July 2025 - 01:27 WIB

100 Hari Jadi Tersangka, Firli Bahuri Belum Ditahan

20 July 2025 - 00:39 WIB

Trending on Video