Menu

Dark Mode
YARA Minta KPK Ambil Alih Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh, Nama Bupati Aceh Timur Disorot Kasus Dugaan Perselingkuhan Seret Nama Bupati Aceh Timur ke Mabes Polri Rutan Bandung Perketat Pengawasan, Ancam Sanksi Napi yang Simpan Ponsel dan Terlibat Narkoba Mantan Ketua Himapol Dukung Pengesahan RUU Polri Ormas se-Madiun Raya Nyatakan Dukungan untuk Prabowo, Siap Kerahkan Ribuan Relawan Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Dua Wanita Selundupkan Narkoba di Alat Kelamin

Megapolitan

Berangkat Subuh dari Tangerang ke Klender Jaktim, Bocah SD Ini Bikin Warganet Haru

badge-check


					Berangkat Subuh dari Tangerang ke Klender Jaktim, Bocah SD Ini Bikin Warganet Haru Perbesar

SENTANANEWS.COM, Tangerang — Sebuah video bikin hati meleyot memperlihatkan bocah SD yang sudah tancap gas berangkat sekolah sejak subuh buta dari Tangerang menuju Klender, Jakarta Timur.

Dalam rekaman akun TikTok @mujisambo, bocah bernama Hafithar tampak sibuk membetulkan tali sepatu saat turun di Stasiun Tanah Abang sekitar pukul 04.40 WIB.

“Kaget ada anak SD berangkat sekolah jam segini,” begitu suara dalam video yang mendadak viral.

Dari cerita yang beredar, Hafithar tiap hari menempuh perjalanan jauh naik KRL menuju SDN Klender 04, sekolah tempatnya terdaftar.

Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jaktim, Fahmi, membenarkan bahwa bocah dalam video itu memang murid SDN Klender 04.

Saat pertama masuk, Hafithar masih tinggal di Duren Sawit. Tapi kini keluarganya pindah ke Tangerang.

“Sebelumnya tinggal di Duren Sawit, tapi orangtuanya sudah pindah,” ujar Fahmi, Sabtu (22/11).

Pihak sekolah sebenarnya sudah menawarkan bantuan agar Hafithar pindah sekolah dekat rumah barunya. Tapi bocah kelas I itu ngebet tetap sekolah di Klender, meski jaraknya bikin orang dewasa pun geleng-geleng kepala.

Bahkan para orangtua murid sampai berebut menawarkan tempat tinggal sementara agar Hafithar tak perlu bolak-balik menempuh perjalanan panjang.

“Anak ini belum mau pindah. Orangtua murid sudah nawari untuk menampung,” kata Fahmi.

Kepala Satlak Pendidikan Duren Sawit, Farida Farhah, menambahkan bahwa ibunda Hafithar pindah karena pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART).

Setiap hari sang ibu mengantar Hafithar sampai Stasiun Tangerang, kemudian si bocah lanjut naik KRL hingga turun di Stasiun Buaran, sebelum meneruskan perjalanan dengan JakLingko.

Sudin Pendidikan Jaktim rencananya bakal kembali membujuk agar Hafithar bisa dimutasi pada semester baru, Desember 2025.

“Ibunya sudah setuju, tapi anaknya belum mau. Mutasi bisa dilakukan bulan Desember,” ujar Farida.

Perjalanan panjang si bocah tangguh ini pun membuat warganet terharu sekaligus prihatin, berharap Hafithar mendapat solusi terbaik agar tak lagi harus berjuang di rel subuh setiap hari. (SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rutan Bandung Perketat Pengawasan, Ancam Sanksi Napi yang Simpan Ponsel dan Terlibat Narkoba

19 June 2026 - 06:02 WIB

MA Insan Cendekia Nusantara Resmi Berdiri, Cetak Generasi Berakhlak dan Mendunia

6 June 2026 - 14:07 WIB

Pencurian Kabel PJU Kian Marak, Satgas Tangkap Pelaku di Basura

1 June 2026 - 09:51 WIB

PT Antam Tebar 20 Hewan Kurban untuk Warga dan Stakeholder Jakarta Timur

26 May 2026 - 05:34 WIB

Pemkot Jaktim Sulap Kolong Flyover Jadi Arena Tinju

8 May 2026 - 13:10 WIB

Trending on Megapolitan