Menu

Dark Mode
Lahan Jadi Vihara dan Sekolah, Korban Tagih Progres Penyidikan ke Bareskrim Dokumen Baru Masuk, Bareskrim Disebut Dalami Laporan Linda Susanti TNI Kerahkan 30 Ribu Prajurit Tangani Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar Kemhan Persempit Gerak Sindikat Nikel: Penyelundupan Terbongkar di Weda Bay Grand Final Tari Nusantara 2025 Usai, Pangdam Jaya: Budaya Adalah Identitas Bangsa Linda Laporkan Penyitaan Rp700 Miliar ke Dewas KPK

Megapolitan

Berangkat Subuh dari Tangerang ke Klender Jaktim, Bocah SD Ini Bikin Warganet Haru

badge-check


					Berangkat Subuh dari Tangerang ke Klender Jaktim, Bocah SD Ini Bikin Warganet Haru Perbesar

SENTANANEWS.COM, Tangerang — Sebuah video bikin hati meleyot memperlihatkan bocah SD yang sudah tancap gas berangkat sekolah sejak subuh buta dari Tangerang menuju Klender, Jakarta Timur.

Dalam rekaman akun TikTok @mujisambo, bocah bernama Hafithar tampak sibuk membetulkan tali sepatu saat turun di Stasiun Tanah Abang sekitar pukul 04.40 WIB.

“Kaget ada anak SD berangkat sekolah jam segini,” begitu suara dalam video yang mendadak viral.

Dari cerita yang beredar, Hafithar tiap hari menempuh perjalanan jauh naik KRL menuju SDN Klender 04, sekolah tempatnya terdaftar.

Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jaktim, Fahmi, membenarkan bahwa bocah dalam video itu memang murid SDN Klender 04.

Saat pertama masuk, Hafithar masih tinggal di Duren Sawit. Tapi kini keluarganya pindah ke Tangerang.

“Sebelumnya tinggal di Duren Sawit, tapi orangtuanya sudah pindah,” ujar Fahmi, Sabtu (22/11).

Pihak sekolah sebenarnya sudah menawarkan bantuan agar Hafithar pindah sekolah dekat rumah barunya. Tapi bocah kelas I itu ngebet tetap sekolah di Klender, meski jaraknya bikin orang dewasa pun geleng-geleng kepala.

Bahkan para orangtua murid sampai berebut menawarkan tempat tinggal sementara agar Hafithar tak perlu bolak-balik menempuh perjalanan panjang.

“Anak ini belum mau pindah. Orangtua murid sudah nawari untuk menampung,” kata Fahmi.

Kepala Satlak Pendidikan Duren Sawit, Farida Farhah, menambahkan bahwa ibunda Hafithar pindah karena pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART).

Setiap hari sang ibu mengantar Hafithar sampai Stasiun Tangerang, kemudian si bocah lanjut naik KRL hingga turun di Stasiun Buaran, sebelum meneruskan perjalanan dengan JakLingko.

Sudin Pendidikan Jaktim rencananya bakal kembali membujuk agar Hafithar bisa dimutasi pada semester baru, Desember 2025.

“Ibunya sudah setuju, tapi anaknya belum mau. Mutasi bisa dilakukan bulan Desember,” ujar Farida.

Perjalanan panjang si bocah tangguh ini pun membuat warganet terharu sekaligus prihatin, berharap Hafithar mendapat solusi terbaik agar tak lagi harus berjuang di rel subuh setiap hari. (SN)

Read More

Jaktim Fest 2025 Sisipkan Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

29 November 2025 - 13:57 WIB

Alumni Tunarungu SLB 01 Jakarta Bagikan Pengalaman Kerja di Alfamart

25 November 2025 - 10:44 WIB

Rusun Belum Beres, Penggusuran Warga TPU Kebon Nanas Ditahan Dulu

24 November 2025 - 08:12 WIB

Sudah Pilih Pramono, Warga TPU Kebon Nanas Jaktim Kini Dibayangi Gusuran

23 November 2025 - 10:01 WIB

Warga Kebon Nanas Jakarta Timur : Relokasi Oke, Asal Jangan Jauh

23 November 2025 - 07:29 WIB

Trending on Megapolitan