Menu

Dark Mode
20 Ormas Gabung FORMAS, Hashim Bicara MBG Kontraktor Tagih Pembayaran Proyek SPPG, Klaim BGN Tunggak hingga Rp800 Miliar Michelle Wibowo Mangkir dari Panggilan Polisi, Laporan Natalia Rusli Berlanjut Kasus Dugaan Masuk Pekarangan Tanpa Izin yang Menjerat Japriyanto Naik ke Penyidikan Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing Eksepsi Ditolak, Sidang Ratu Terduga Penipuan Investasi Rp5 Miliar Berlanjut

Militer

Titik Jatuh Airbus H130 Ditemukan, 8 Jenazah Dievakuasi TNI

badge-check

Titik Jatuh Airbus H130 Ditemukan, 8 Jenazah Dievakuasi TNI Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta- Pencarian korban helikopter Airbus H130 yang jatuh di wilayah perbukitan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat (17/4) akhirnya membuahkan hasil.

Pasalnya jenis pesawat bernomor registrasi PK-CFX itu telah ditemukan tim dari Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan. Tim tersebut berhasil menemukan titik jatuh pesawat di kawasan terpencil.

“Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta hasil koordinasi dengan Tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu pelaksanaan pencarian secara maksimal,” ujar Asops Kasdam XII/Tanjungpura Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap, Jumat (17/4).

Daud menjelaskan, evakuasi kemudian dilakukan pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.04 WIB dari lokasi jatuh di Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.

Sebanyak delapan jenazah yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang dievakuasi menggunakan kantong jenazah Basarnas dengan cara dipikul secara manual, menembus medan hutan dan perbukitan.

Kondisi geografis yang ekstrem serta keterbatasan akses membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan memakan waktu cukup lama.

Pada pukul 06.30 WIB, seluruh jenazah beserta barang dan perlengkapan korban, termasuk black box, tiba di posko SAR gabungan di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis.

Selanjutnya, para korban dibawa menggunakan delapan unit ambulans menuju RS Bhayangkara Pontianak.

Secara keseluruhan, proses evakuasi memakan waktu sekitar 6,5 jam. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi melalui analisis black box.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung setiap operasi kemanusiaan secara optimal, termasuk dalam proses evakuasi dan penanganan lanjutan pascakejadian,” kata Daud. (SN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
1

Eks Menhan Ryamizard Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata

31 May 2026 - 12:57 WIB

Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat

28 March 2026 - 10:05 WIB

21 Mahasiswa STIK Angkatan 83 Turun ke Lapangan, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Aceh Barat

10 February 2026 - 11:53 WIB

TNI Kerahkan 30 Ribu Prajurit Tangani Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

7 December 2025 - 00:22 WIB

Kemhan Persempit Gerak Sindikat Nikel: Penyelundupan Terbongkar di Weda Bay

6 December 2025 - 15:46 WIB

Trending on Militer