SENTANANEWS.COM, Jakarta – Jakarta resmi ditetapkan sebagai pusat kolaborasi kemanusiaan kawasan Asia Pasifik untuk Palestina.
Penetapan itu ditandai dengan peluncuran kantor pusat Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCAP) di Gedung Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jakarta, Rabu (15/4).

Peluncuran tersebut menjadi simbol dimulainya penguatan kerja sama organisasi masyarakat dan lembaga filantropi di kawasan Asia Pasifik dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan perlindungan Al-Quds.
Wakil Ketua Umum DMI, Imam Addaruqutni, mengatakan pemilihan Jakarta sebagai pusat koordinasi merupakan hasil keputusan Asia-Pacific Conference for Palestine yang digelar di Gedung DPR RI pada November 2025.
Forum itu melibatkan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Koalisi Lembaga Filantropi.
“Ini menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat koordinasi strategis bagi negara-negara dan elemen masyarakat di kawasan Asia Pasifik,” ujar Imam.
Ia menilai penunjukan Jakarta tidak terlepas dari konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina sejak lama, termasuk sejak Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955.
Ketua Komite Pengarah APCAP, Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut pembentukan kantor pusat di Jakarta sebagai langkah yang tepat di tengah stagnasi diplomasi global terkait isu Palestina.
Menurut dia, berbagai upaya perdamaian yang berkembang belum mampu menjamin kedaulatan penuh bagi Palestina.
“Solidaritas saja tidak cukup, harus ada aksi kolektif yang nyata,” kata Sudarnoto.
Ia juga menyoroti situasi konflik di Timur Tengah yang semakin meluas dan dinilai memperburuk kondisi kemanusiaan di Palestina. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut keterlibatan aktif masyarakat sipil lintas negara.
Sementara itu, Deputy General Secretary Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCAP), Ahmed Attawna, menyambut peluncuran kantor pusat tersebut.
Ia menilai APCAP akan menjadi wadah untuk mengonsolidasikan berbagai inisiatif yang selama ini berjalan terpisah.
“APCAP akan mengorkestrasi berbagai inisiatif menjadi gerakan kolektif yang lebih terarah,” ujarnya.
Menurut Ahmed, APCAP akan menjalankan berbagai program, mulai dari kegiatan kemanusiaan, edukasi, advokasi, hingga penguatan kebijakan.
Selain itu, kantor pusat ini juga diharapkan menjadi pusat literasi publik untuk meluruskan disinformasi global terkait isu Palestina.
Dalam aspek kemanusiaan, APCAP berkomitmen mengelola bantuan dari kawasan Asia Pasifik secara lebih strategis dan berkelanjutan, termasuk untuk mendukung rekonstruksi jangka panjang di Gaza dan Al-Quds. (SN)









