Menu

Dark Mode
BPKP Berbagi di Usia 43 Tahun, Ateh Tekankan Integritas dan Akuntabilitas PT Antam Tebar 20 Hewan Kurban untuk Warga dan Stakeholder Jakarta Timur Muhammad Dzuljabbar: Kolektor Action Figure yang Mengubah Hobi Jadi Cuan Vonis Bengawan Kamto Tuai Kritik, Kuasa Hukum Soroti Unsur Mens Rea Anies: Ekonomi Tidak Baik-Baik Saja, Pemerintah Jangan Tutupi Fakta Kejari Bongkar Korupsi Mesin Jahit Rp9 Miliar, Eks Kasudin Jaktim Jadi Tersangka

Megapolitan

Alumni Tunarungu SLB 01 Jakarta Bagikan Pengalaman Kerja di Alfamart

badge-check


					Alumni Tunarungu SLB 01 Jakarta Bagikan Pengalaman Kerja di Alfamart Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta — Suasana aula SLBN 01 Jakarta pada Rabu (19/11) siang berubah hangat ketika dua alumni penyandang tunarungu wicara, Meri Amelia (39) dan Boyle Fernando (37), kembali ke sekolah mereka untuk berbagi pengalaman melalui program Alfability Menyapa.

Kehadiran keduanya memberi gambaran nyata bagi para siswa mengenai peluang kerja yang semakin terbuka bagi penyandang disabilitas.

Meri mengawali sesi berbagi dengan mengungkapkan keraguan yang pernah menyelimuti dirinya sebelum memasuki dunia kerja.

Usai berhenti dari pekerjaan sebelumnya, ia sempat bertanya-tanya apakah perusahaaan besar akan memberi ruang bagi penyandang disabilitas.

“Saya ragu waktu itu. Apakah orang seperti saya bisa diterima,” ujar Meri melalui juru bahasa isyarat.

Namun keraguan itu terjawab. Meri telah lima tahun bekerja sebagai karyawan Alfamart dan mendapatkan perlakuan setara, baik dari sisi tugas maupun fasilitas kerja.

Pengalaman itu, menurut dia, menjadi bukti bahwa kesempatan kerja semakin terbuka bagi mereka yang mau mencoba.

Kisah yang sama juga turut dibagikan Boyle. Menururnya, selama tiga tahun bekerja di Alfamart, ia merasakan lingkungan kerja yang suportif, terutama dari rekan-rekan yang membantunya beradaptasi.

“Saya nyaman bekerja. Teman-teman selalu mendukung, dan itu membuat saya bisa menjalankan tugas dengan baik,” tuturnya.

Keduanya menjadi contoh nyata yang memantik semangat para siswa. Beberapa siswa mengaku mendapat dorongan baru untuk menata masa depan.

“Saya jadi yakin bisa bekerja seperti Kak Meri dan Kak Boyle,” ujar salah satu siswa.

Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu, menjelaskan bahwa Alfability Menyapa merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif.

Program ini digelar serentak di sepuluh kota, yakni Cilacap, Jakarta, Jambi, Jember, Luwu, Palembang, Parung, Semarang, Banjarmasin, dan Rembang pada 19–25 November 2025.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkontribusi. Program ini menghubungkan alumni dengan adik-adik mereka untuk memberi inspirasi dan keberanian,” ujar Sunu.

Sejak diluncurkan pada 2016, program Alfability telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di berbagai lini. Hingga Oktober 2025, tercatat 1.129 penyandang disabilitas bekerja di Alfamart, mulai dari gerai, pusat distribusi, hingga kantor.(SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PT Antam Tebar 20 Hewan Kurban untuk Warga dan Stakeholder Jakarta Timur

26 May 2026 - 05:34 WIB

Pemkot Jaktim Sulap Kolong Flyover Jadi Arena Tinju

8 May 2026 - 13:10 WIB

Dari Ruang Komputer Sekolah, Fadlan Menembus Dunia Film Futuristik

7 May 2026 - 14:30 WIB

Kanwil KemenHAM DK Jakarta Perkuat Sinergi Keamanan dan HAM Lewat Sosialisasi VPSHR

5 May 2026 - 14:20 WIB

Dugaan Perselingkuhan Mahasiswi dan Petinggi Kampus Viral di Medsos

25 April 2026 - 11:54 WIB

Foto : Ilustrasi selingkuh
Trending on Megapolitan