SENTANANEWS.COM, Jakarta — Suasana aula SLBN 01 Jakarta pada Rabu (19/11) siang berubah hangat ketika dua alumni penyandang tunarungu wicara, Meri Amelia (39) dan Boyle Fernando (37), kembali ke sekolah mereka untuk berbagi pengalaman melalui program Alfability Menyapa.
Kehadiran keduanya memberi gambaran nyata bagi para siswa mengenai peluang kerja yang semakin terbuka bagi penyandang disabilitas.

Meri mengawali sesi berbagi dengan mengungkapkan keraguan yang pernah menyelimuti dirinya sebelum memasuki dunia kerja.
Usai berhenti dari pekerjaan sebelumnya, ia sempat bertanya-tanya apakah perusahaaan besar akan memberi ruang bagi penyandang disabilitas.
“Saya ragu waktu itu. Apakah orang seperti saya bisa diterima,” ujar Meri melalui juru bahasa isyarat.
Namun keraguan itu terjawab. Meri telah lima tahun bekerja sebagai karyawan Alfamart dan mendapatkan perlakuan setara, baik dari sisi tugas maupun fasilitas kerja.
Pengalaman itu, menurut dia, menjadi bukti bahwa kesempatan kerja semakin terbuka bagi mereka yang mau mencoba.
Kisah yang sama juga turut dibagikan Boyle. Menururnya, selama tiga tahun bekerja di Alfamart, ia merasakan lingkungan kerja yang suportif, terutama dari rekan-rekan yang membantunya beradaptasi.
“Saya nyaman bekerja. Teman-teman selalu mendukung, dan itu membuat saya bisa menjalankan tugas dengan baik,” tuturnya.
Keduanya menjadi contoh nyata yang memantik semangat para siswa. Beberapa siswa mengaku mendapat dorongan baru untuk menata masa depan.
“Saya jadi yakin bisa bekerja seperti Kak Meri dan Kak Boyle,” ujar salah satu siswa.
Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu, menjelaskan bahwa Alfability Menyapa merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif.
Program ini digelar serentak di sepuluh kota, yakni Cilacap, Jakarta, Jambi, Jember, Luwu, Palembang, Parung, Semarang, Banjarmasin, dan Rembang pada 19–25 November 2025.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkontribusi. Program ini menghubungkan alumni dengan adik-adik mereka untuk memberi inspirasi dan keberanian,” ujar Sunu.
Sejak diluncurkan pada 2016, program Alfability telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di berbagai lini. Hingga Oktober 2025, tercatat 1.129 penyandang disabilitas bekerja di Alfamart, mulai dari gerai, pusat distribusi, hingga kantor.(SN)









