SENTANANEWS.COM, Jakarta – SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta resmi membuka Thamrin Olympiad and Cup (TOC) ke-16 di Gelanggang Olahraga MH Thamrin, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (24/1/2026)
Kegiatan ini dihadiri Camat Cipayung Diman, Kepala Seksi SMA Sudin Pendidikan Wilayah Jakarta Timur Sriyadi, Plt Kepala Sekolah MH Thamrin Ismail, guru, orang tua murid, serta unsur masyarakat setempat.

TOC merupakan ajang perlombaan akademik dan non-akademik tahunan yang mempertandingkan 13 mata lomba, di antaranya bidang sains, coding, poster, paskibra, pramuka, modern dance, ratoh jaroe, hingga cabang olahraga seperti futsal dan basket.
Peserta tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi juga dari berbagai komunitas, seperti komunitas game dan desain poster.
Kegiatan ini terbuka bagi pelajar SMP, SMA, hingga peserta berusia 19 sampai 25 tahun.
Hingga saat ini, jumlah peserta tercatat mencapai lebih dari 2.740 peserta, dengan antusiasme tinggi yang ditargetkan menembus hingga 3.775 peserta hingga penutupan pendaftaran seluruh cabang lomba.
Peserta juga datang dari luar Jakarta, seperti dari Sumatra termasuk Medan, serta sejumlah daerah di Pulau Jawa.
Ketua Humas TOC ke-16 Azkya Zahra Putrilita mengatakan Thamrin Olympiad and Cup (TOC) telah diselenggarakan secara konsisten selama 16 tahun berturut-turut sebagai agenda tahunan SMA Negeri Unggulan MH Thamrin.
Pada penyelenggaraan tahun ini, TOC diketuai oleh Muhammad Syamil Al Haqq dari angkatan ke-16.
Ia menjelaskan, kepanitiaan TOC ke-16 melibatkan dua angkatan, yakni angkatan ke-16 dan ke-17, sebagai bentuk kolaborasi dan penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan SMA Negeri Unggulan MH Thamrin.
Keterlibatan lintas angkatan tersebut sekaligus menjadi simbol estafet kepengurusan antarangkatan dalam menjaga keberlanjutan TOC.
Thamrin Olympiad and Cup memiliki 2 cabang olimpiade andalan di bidang akademik, yaitu Mathematics Quiz and Competition (MaQC) dan Science Quiz and Competition (SQuC).
Sesuai dengan titelnya, kedua lomba tersebut adalah olimpiade di bidang matematika dan sains tingkat SMP. Kedua mata lomba ini memperebutkan gelar bergengsi di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Cabang lomba MaQC dan SQuC juga sedang dalam tahapan proses pengajuan kurasi.
“TOC ini merupakan ajang perlombaan akademik dan non-akademik yang mempertandingkan 13 mata lomba. Pesertanya tidak hanya dari sekolah, tetapi juga dari berbagai komunitas. Tujuan kami adalah sebagai wadah kolaborasi, adu prestasi, serta pengembangan kemampuan peserta,” kata Azkya.
TOC ke-16 berlangsung mulai Jumat 24 Januari hingga 15 Februari 2026. Sementara Jumat kemarin merupakan rangkaian acara pembukaan.
Babak penyisihan dilakukan secara online, sedangkan babak final akan digelar secara offline di lokasi acara.
Camat Cipayung Diman mengapresiasi pelaksanaan TOC dan menilai kegiatan ini sebagai ajang positif yang mampu mempertemukan pelajar dari berbagai latar belakang sekaligus berkontribusi dalam pencegahan tawuran.
“Kegiatan ini sangat bagus. Ini ajang pertemuan antar siswa. Selama ini anak-anak sekolah sering jadi kambing hitam, padahal kegiatan seperti ini justru yang terbaik. Tawuran itu salah satunya karena miskomunikasi dan jarang bertemu,” kata Diman.
Ia menambahkan, kegiatan semacam TOC selaras dengan arahan pimpinan daerah dan akan didorong untuk digelar di wilayah lain.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap tawuran bisa berkurang dan anak-anak bisa meraih prestasi setinggi mungkin,” ujarnya.
Senada, Kepala Seksi SMA Sudin Pendidikan Wilayah Jakarta Timur Sriyadi juga mengapresiasi TOC sebagai sarana penyebaran kegiatan positif bagi remaja.
“Ini momen yang sangat baik untuk menyiarkan kegiatan-kegiatan positif bagi anak-anak remaja. Harapannya bisa dicontoh oleh sekolah lain dan disiarkan lebih masif agar dampaknya semakin besar,” kata Sriyadi.
Untuk para pemenang, panitia menyiapkan piala, uang tunai, serta hadiah tambahan sesuai dengan masing-masing cabang lomba.
Panitia berharap TOC ke-16 dapat berjalan lancar hingga penutupan dan memberikan manfaat serta keberkahan bagi seluruh peserta, sekolah, dan masyarakat. (SN)









