SENTANANEWS.COM, Aceh Barat – Sebanyak 21 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 yang tergabung dalam Sindikat 7 resmi diterjunkan ke wilayah hukum Polres Aceh Barat untuk melaksanakan program Pengabdian Masyarakat (Dianmas/Widya Parama Satwika).
Tak sekadar agenda rutin pendidikan, para calon perwira Polri ini akan berada di tengah masyarakat selama tiga minggu penuh untuk terlibat langsung dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan, terutama membantu warga yang masih terdampak bencana.

Rombongan Sindikat 7 dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Pol Dodi Arifianto yang mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurut Dodi Arifianto, keterlibatan langsung mahasiswa di lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial.
“Para mahasiswa harus memahami kondisi riil masyarakat, bukan hanya lewat teori, tetapi dengan turun langsung dan terlibat dalam penyelesaian persoalan sosial,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengabdian ini menjadi momentum untuk membentuk calon perwira yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga tangguh secara sosial dan kemanusiaan.
“Kami ingin para mahasiswa memiliki empati, kepekaan sosial, serta kemampuan komunikasi yang kuat dalam menghadapi persoalan masyarakat,” katanya.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada bantuan sosial dan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana.
Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari bakti sosial, pendampingan psikososial, hingga kegiatan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi Polri untuk memperkuat kehadiran dan kepercayaan publik melalui pendekatan yang lebih humanis dan solutif.
Kehadiran mahasiswa STIK Angkatan 83 di Aceh Barat dinilai sebagai bukti nyata komitmen Polri dalam tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga mengambil peran aktif dalam misi kemanusiaan.
Dengan mengusung slogan “Aceh Barat: Kami Datang, Kami Berbuat, Kami Bermanfaat,” Sindikat 7 menegaskan tekad untuk menghadirkan kontribusi konkret bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan sosial di wilayah yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana. (SN)









