Menu

Dark Mode
Pemkot Jaktim Sulap Kolong Flyover Jadi Arena Tinju Lapas Cipinang Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba dan Ponsel Ilegal PSI Kecewa Pramono: Anggaran Rp5,4 Triliun, Jakarta Tetap Banjir Dari Ruang Komputer Sekolah, Fadlan Menembus Dunia Film Futuristik KemenHAM DKJ Awasi Sengketa Lahan Kuningan, Pastikan Rasa Aman Warga Ahli: Kredit Macet BNI–PT PAL Ranah Risiko Bisnis

Uncategorized

Dari Ruang Komputer Sekolah, Fadlan Menembus Dunia Film Futuristik

badge-check


					Dari Ruang Komputer Sekolah, Fadlan Menembus Dunia Film Futuristik Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Di sebuah ruang komputer sekolah yang sederhana, suara klik tetikus dan dengung kipas CPU pernah menjadi teman sehari-hari Fadlan.

Saat sebagian siswa pulang selepas jam pelajaran, ia justru memilih bertahan lebih lama di depan layar monitor, mencoba memahami dunia yang saat itu masih terasa asing: visual 3D.

Tak ada yang benar-benar ia kejar kala itu selain rasa penasaran. Ia membuka tutorial dari internet, mencoba berbagai tombol pada software desain, lalu mengulanginya lagi ketika hasilnya gagal.

Bentuk-bentuk digital sederhana yang ia buat sering terlihat jauh dari sempurna. Namun justru dari proses itulah ketertarikannya tumbuh perlahan.

Bertahun-tahun kemudian, kebiasaan kecil di laboratorium komputer SMK Islam PB Soedirman 1 Jakarta itu membawanya ke industri kreatif digital.

Kini, Fadlan terlibat sebagai 3D artist dalam proyek film futuristik “Pelangi di Mars” bersama Dossquavaxr Studio.

Perjalanan itu tidak datang secara instan. Pasalnya saat masih menjadi siswa SMK, Fadlan dikenal gemar mengeksplorasi desain visual dan teknologi digital.

Di luar pelajaran sekolah, ia belajar secara mandiri tentang modeling 3D, rendering, hingga pembuatan lingkungan virtual. Internet menjadi ruang kelas keduanya.

“Awalnya cuma suka coba-coba bikin visual 3D di komputer sekolah dan belajar sendiri dari internet. Tidak menyangka akhirnya bisa ikut terlibat dalam proyek film,” kata Fadlan di Jakarta, Kamis (7/5).

Bagi Fadlan, visual 3D bukan sekadar gambar digital. Ia melihatnya sebagai cara membangun dunia baru yang bisa membuat penonton percaya pada imajinasi.

Kesempatan besar itu datang ketika ia bergabung dalam produksi “Pelangi di Mars”, film yang mengusung nuansa futuristik tentang harapan, imajinasi, dan perjalanan menuju masa depan.

Dalam proyek tersebut, Fadlan bertanggung jawab mengerjakan berbagai elemen visual digital untuk membangun atmosfer cerita.

Ia membuat objek-objek futuristik, detail lingkungan virtual, hingga menyempurnakan tampilan visual agar terasa hidup di layar.

Namun di balik hasil visual yang terlihat megah, ada proses panjang yang nyaris tak terlihat penonton. Berjam-jam ia habiskan untuk menyesuaikan pencahayaan, tekstur, hingga gerakan objek digital.

Tidak sedikit adegan yang harus direvisi berkali-kali agar sesuai dengan konsep sutradara dan kebutuhan cerita.

“Yang paling menantang itu membuat visual yang terasa hidup dan cocok dengan suasana film. Dari situ saya banyak belajar soal detail dan kerja tim,” ujarnya.

Dunia 3D artist memang menuntut ketelitian tinggi. Kesalahan kecil pada detail visual bisa memengaruhi keseluruhan suasana film.

Karena itu, proses pengerjaan sering berlangsung hingga larut malam demi mendapatkan hasil yang realistis.

Di tengah berkembangnya industri kreatif digital Indonesia, kisah Fadlan menjadi gambaran bagaimana teknologi membuka jalan baru bagi generasi muda.

Ruang belajar tidak lagi terbatas pada kelas formal. Komputer sekolah dan koneksi internet sederhana pun bisa menjadi pintu masuk menuju industri kreatif profesional.

Pihak SMK Islam PB Soedirman 1 Jakarta melihat perjalanan alumninya itu sebagai bukti bahwa minat dan konsistensi dapat berkembang menjadi kemampuan yang bernilai di dunia kerja.

Salah satu guru, Anin mengenang Fadlan sebagai siswa yang sejak awal memang menunjukkan ketertarikan besar terhadap visual digital.

“Dia memang sering eksplor desain dan visual digital sejak dulu. Sekarang kemampuan itu mulai terlihat hasilnya di dunia kreatif,” ujarnya.

Bagi banyak siswa, dunia film mungkin terasa jauh dan sulit dijangkau. Namun kisah Fadlan menunjukkan bahwa perjalanan besar kadang dimulai dari hal-hal sederhana: rasa penasaran, keberanian mencoba, dan waktu-waktu panjang di depan komputer sekolah.

Kini, lewat visual yang ia bangun dalam “Pelangi di Mars”, Fadlan tak hanya menciptakan dunia futuristik di layar film, tetapi juga membuktikan bahwa mimpi anak muda bisa tumbuh dari ruang komputer sederhana di sekolah hingga menembus industri kreatif profesional. (SN)

Read More

Pemkot Jaktim Sulap Kolong Flyover Jadi Arena Tinju

8 May 2026 - 13:10 WIB

Lapas Cipinang Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba dan Ponsel Ilegal

8 May 2026 - 09:26 WIB

PSI Kecewa Pramono: Anggaran Rp5,4 Triliun, Jakarta Tetap Banjir

8 May 2026 - 00:26 WIB

Polres Jaktim Belum Tahan Tersangka Penipuan Rp1,2 Miliar, Korban Khawatir Pelaku Kabur

15 January 2026 - 08:50 WIB

Deklarasikan STBM, Munjirin Imbau Warga Tidak BAB ke Kali

28 August 2025 - 09:43 WIB

Trending on Megapolitan