SENTANANEWS.COM, Jakarta-Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi PSI, August Hamonangan, mengkritik penanganan banjir oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah banjir merendam puluhan RT di Jakarta pada Senin (4/5) lalu.
August menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menjadikan penanganan banjir sebagai prioritas utama. Padahal, anggaran pengendalian banjir yang telah dialokasikan dalam APBD cukup besar.

“Mas Pram tidak serius. Karena banjir sudah dianggap sebagai bagian dari nasib Jakarta, maka permasalahannya tidak ditangani dengan baik,” kata August di Jakarta, Selasa (5/5).
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran pengendalian banjir sebesar Rp2,6 triliun dalam APBD Perubahan 2025.
Adapun pada APBD 2026, anggaran penanganan banjir kembali disiapkan sebesar Rp2,8 triliun. Total anggaran untuk dua tahun mencapai Rp5,4 triliun.
Namun, menurut August, besarnya anggaran tersebut belum diikuti hasil yang dirasakan masyarakat.
Ia menyebut banjir yang terjadi beberapa hari lalu menunjukkan penanganan belum berjalan efektif.
“Mas Gubernur itu belum bekerja dengan skala prioritas. Padahal, anggarannya sudah besar, tetapi masyarakat belum merasakan penanganannya efektif,” ujarnya.
Selain menyoroti penanganan banjir, August juga mengkritik fokus kebijakan Pemprov DKI yang dinilai lebih banyak diarahkan pada kegiatan hiburan dan penataan kota.
“Mas Gubernur sekarang malah lebih banyak berpikir bagaimana caranya untuk mempercantik kota, mengundang band-band penyanyi internasional, sampai dengan mengadakan balapan F1,” kata dia.
August meminta Pemprov DKI segera mempercepat normalisasi kali dan memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, termasuk penambahan pompa air serta perbaikan saluran drainase.
“Normalisasi kali harus disegerakan. Kita juga perlu menambah pompa-pompa air dan membersihkan saluran-saluran air supaya tidak meluap ke permukiman warga,” ujarnya.
Diketahui, berdasar data pada Selasa (5/5) lalu, sebanyak 115 RT di Jakarta terendam banjir. Sedikitnya 118 warga mengungsi akibat genangan tersebut.
Jakarta Selatan menjadi wilayah terdampak paling banyak dengan 78 RT terendam banjir.
Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Bangka, Rawajati, Tanjung Barat, Cilandak Timur, dan Petogogan. (SN)









