SENTANANEWS.COM, Jakarta – Lapas Cipinang menegaskan komitmennya untuk memberantas penggunaan telepon seluler ilegal, narkotika, dan praktik penipuan di lingkungan lapas.
Komitmen itu ditegaskan melalui ikrar pemasyarakatan yang diikuti pegawai dan petugas lapas pada Jumat (8/5).

Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
“Kegiatan ini tentunya untuk meneguhkan sikap memperkuat komitmen dalam menjaga marwah pemasyarakatan,” kata Wachid di Aula Lapas Cipinang.
Menurut dia, tidak boleh ada ruang bagi penggunaan handphone ilegal maupun peredaran narkoba di dalam lapas.
Seluruh komunikasi warga binaan, kata Wachid, harus menggunakan fasilitas wartel khusus yang telah disediakan pihak lapas.
“Tidak boleh ada handphone, narkoba di Lapas Cipinang dan tidak ada ruang kompromi bagi yang terlibat dalam pelanggaran. Seluruh komunikasi menggunakan wartelsus yang sudah disediakan,” ujarnya.
Wachid menegaskan sanksi tegas akan diberikan kepada pegawai yang terbukti melanggar aturan, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Apabila ditemukan pegawai yang terlibat, maka proses hukum harus ditegakkan secara tegas tanpa kompromi,” ucapnya.
Ia mengatakan pengawasan terhadap petugas yang bersentuhan langsung dengan warga binaan dan pengunjung juga akan diperketat demi mendukung program pemberantasan narkoba dan penipuan di lapas maupun rumah tahanan.
“Kami, sebagai kalapas, pegawai, hingga para sipir adalah benteng pertama untuk pelaksanaan menuju perubahan,” kata Wachid.
Menurut dia, upaya pengawasan tersebut mulai menunjukkan hasil sejak tahun lalu. Petugas Lapas Cipinang disebut berhasil menggagalkan sedikitnya empat upaya penyelundupan sabu dengan berbagai modus, mulai dari menyembunyikan narkoba di bawah sepatu hingga di balik rambut.
“Bahkan hal ini pun menjadikan Lapas Cipinang mendapat penghargaan dari Dirtipid Narkoba Mabes Polri,” ujar Wachid.
Ia mengajak seluruh jajaran Lapas Cipinang untuk menjaga komitmen dan menjadikan ikrar tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Mari kita jadikan ikrar sebagai tindakan yang hidup dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia. (SN)









