SENTANANEWS.COM, Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di bawah kepimoinan Jusuf Ateh memperkuat organisasi dan tidak ragu menjalankan tugas negara.
Menurut dia, kompleksitas tantangan yang dihadapi negara membutuhkan aparatur yang kuat, profesional, dan mampu mengambil keputusan sesuai aturan.

“BPKP adalah instrumen negara yang harus kita perkuat. Pengawakan dan manajemennya harus kuat,” kata Sjafrie dalam Rakor Pimpinan BPKP di Kantor Pusat BPKP, Jakarta Timur, Senin, (14/9)
Sjafrie mengatakan peran BPKP tidak sebatas mengawasi administrasi dan keuangan. Namun juga berperan memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dia meminta jajaran BPKP tidak hanya berpikir secara normatif dalam menjalankan tugas. Aparatur perlu mampu membaca berbagai kemungkinan dan menyiapkan solusi menghadapi perubahan situasi.
“Kalau normatif, kita bisa membaca. Tetapi kalau eksploratif, kita harus mampu melihat apa yang mungkin terjadi di depan,” ujarnya.
Sjafrie juga meminta pegawai BPKP tidak khawatir menghadapi tekanan ketika menjalankan tugas.
Menurut dia, keberanian dalam mengambil keputusan harus tetap berlandaskan hukum dan aturan yang berlaku.
“Bapak dan ibu tidak perlu khawatir menghadapi tekanan. Yang penting tugas dijalankan sesuai koridor,” kata dia.
Selain itu, Sjafrie mengingatkan jajaran BPKP memegang teguh prinsip organisasi, garis komando, etika, dan standar operasional.
Dia menilai nasionalisme dan patriotisme harus menjadi modal yang diperkuat dengan profesionalisme.
“Nasionalisme dan patriotisme harus menjadi modal. Keduanya kemudian harus diisi dengan profesionalisme,” tuturnya.
Sjafrie menekankan pentingnya soliditas organisasi BPKP menghadapi tantangan ke depan. Dia meminta jajaran BPKP tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang dapat mengganggu organisasi.
“BPKP harus bangga. Tantangannya memang berat, tetapi kita harus tetap solid. Jangan mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang dapat mengganggu organisasi,” ujar Sjafrie. (SN)










