SENTANANEWS.COM, Jakarta – Puluhan siswa bersama para guru dari sejumlah sekolah di Jakarta Timur menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera.
Doa bersama ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Festival Ruang Seni Siswa bertajuk “Jaktim Fest 2025” pada Sabtu (29/11) siang.
Suasana festival yang semula meriah berubah hening ketika panitia mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa bagi para korban bencana.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah 1, M. Fahmi, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana penguatan karakter siswa, khususnya dalam membangun empati dan kepekaan sosial terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Bermusik memperhalus rasa, dan hal itu terlihat ketika mereka memberikan doa kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Fahni di lokasi.
Lebih lanjut Fahmi memgatakan bahwa doa bersama tersebut mengingatkan para pelajar untuk tidak larut dalam kegembiraan berlebihan ketika masyarakat di daerah lain sedang menghadapi bencana.
“Melalui doa ini, kita menunjukkan kepedulian terhadap apa yang terjadi di Sumatera dan Aceh,” katanya.
Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan kompetisi musik yang diikuti 40 grup band pelajar, terdiri dari 25 grup band SMA/SMK dan 15 grup band SMP.
Para peserta tampil di hadapan juri yang berpengalaman di bidang seni musik. Pemenang kompetisi akan mendapatkan piala serta piagam penghargaan dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur
“Penghargaan ini dapat digunakan sebagai dukungan pada jalur prestasi non-akademis para pelajar,” jelas Fahmi.(SN)









