Menu

Dark Mode
Gelar Aksi di DPR, Mahasiswa PTKIN Minta Kejaksaan Berbenah Diduga Terlibat Praktik Mafia Peradilan, Hakim PN Jakarta Timur Dilaporkan ke Bawas MA BPKP Pertahankan Opini WTP untuk Ke-18 Kalinya Berturut-turut BPKP Minta Pengawasan Kredit Program Diperketat, Soroti Efektivitas Penyaluran Negara, Pembangunan, dan Jalan Pembebasan Rakyat Sidang Perdana dr. Tifa Digelar Besok, PN Jaktim Larang Live Media di Agenda Pembuktian

Megapolitan

Gelar Aksi di DPR, Mahasiswa PTKIN Minta Kejaksaan Berbenah

badge-check


					Gelar Aksi di DPR, Mahasiswa PTKIN Minta Kejaksaan Berbenah Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SEMA PTKIN) se-Indonesia menggelar aksi dan kajian bertajuk Evaluasi Kinerja Kejaksaan RI dalam Mewujudkan Penegakan Hukum yang Adil, Transparan, dan Bebas Intervensi di depan Gedung DPR RI, Jumat (10/7).

Aksi tersebut bertujuan mendorong penguatan independensi penegakan hukum, transparansi penanganan perkara strategis, akuntabilitas proses penuntutan, serta reformasi internal kelembagaan guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Koordinator Pusat SEMA PTKIN se-Indonesia, Muhammad Rafli, mengatakan lembaga penegak hukum harus terbuka terhadap kritik dan evaluasi publik sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan supremasi hukum. Menurutnya, penegakan hukum harus berlandaskan prinsip keadilan dan independensi.

“Tidak boleh ada kepentingan kekuasaan dalam proses penegakan hukum,” ujarnya.

Sementara Koordinator Lapangan aksi, Cahya Putra, menilai kepercayaan publik terhadap institusi hukum hanya dapat dijaga melalui transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas.

“Tidak boleh ada ruang bagi impunitas maupun intervensi dalam proses hukum,” ujarnya.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan enam poin evaluasi terhadap kinerja Kejaksaan RI. Poin tersebut mencakup independensi penegakan hukum, transparansi penanganan perkara besar, serta akuntabilitas proses penuntutan.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti efektivitas pemberantasan korupsi, reformasi internal kelembagaan, dan penguatan sinergi antar aparat penegak hukum.

SEMA PTKIN berharap evaluasi yang disampaikan dapat menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem penegakan hukum nasional yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Hukum harus menjadi alat keadilan bagi rakyat, bukan instrumen kekuasaan bagi segelintir pihak,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1

Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Penyelundupan 12 Paket Narkoba dalam Oseng Cumi

25 June 2026 - 06:49 WIB

Rutan Bandung Perketat Pengawasan, Ancam Sanksi Napi yang Simpan Ponsel dan Terlibat Narkoba

19 June 2026 - 06:02 WIB

MA Insan Cendekia Nusantara Resmi Berdiri, Cetak Generasi Berakhlak dan Mendunia

6 June 2026 - 14:07 WIB

Pencurian Kabel PJU Kian Marak, Satgas Tangkap Pelaku di Basura

1 June 2026 - 09:51 WIB

PT Antam Tebar 20 Hewan Kurban untuk Warga dan Stakeholder Jakarta Timur

26 May 2026 - 05:34 WIB

Trending on Megapolitan