SENTANANEWS.COM, Subang — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot pejabat eselon II dan III, saat sidak di lahan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sukamandi, Subang, Jawa Barat.
Dua-duanya dicopot karena menyahgunakan kekuasaan jabatannya dengan nyewain lahan negara.

“Lahan kita 300 hektare, tapi disewakan ke orang. Ini gak bener!” semprot Amran di hadapan para pegawai.
Tanpa pikir panjang, Amran langsung mencopot dua pejabat itu di tempat. “Hari ini juga saya copot direktur dan eselon tiganya. SK-nya langsung saya serahkan di lapangan!” tegasnya.
Menurut Amran, lahan milik negara harusnya dipakai buat riset dan pengembangan benih unggul, bukan buat nyari untung pribadi.
“Kami minta semua BRMP se-Indonesia menanam bibit terbaik. Gunakan teknologi terbaik, jadilah contoh!” katanya.
Amran juga maunya hasil pertanian dari BRMP dibagi gratis ke masyarakat. “BRMP harus jadi yang terdepan!” ujarnya berapi-api.
Gak cuma marah, Mentan juga kasih ultimatum keras. “Saya temukan satu hektare dikelola, 299 hektare disewakan. Mulai hari ini, semua harus dikerjakan kembali. Saya kasih waktu tiga bulan untuk buktiin hasil!” tandasnya.
Amran menegaskan, era rapat lama-lama di kantor sudah lewat. “Model baru sekarang: SK copot langsung di lapangan! Kalau saya temukan lagi yang kayak gini, saya copot lagi!” ancamnya.
Meski galak, Amran tetap kasih apresiasi buat jajaran Kementan dan petani yang udah kerja keras, karena target swasembada empat tahun bisa tercapai cuma dalam satu tahun.
“PDB pertanian naik, kesejahteraan petani meningkat, stok beras di Bulog tertinggi sepanjang sejarah, sampai FAO pun ngasih penghargaan,” jelasnya.
Tapi ia juga ngingetin, jangan terlena dengan pencapaian saat ini.
“Ada yang salah, kita perbaiki. Tapi jangan biarkan amanah rakyat disalahgunakan. Ini tanggung jawab besar,” tegasnya.(SN)









