Menu

Dark Mode
YARA Minta KPK Ambil Alih Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh, Nama Bupati Aceh Timur Disorot Kasus Dugaan Perselingkuhan Seret Nama Bupati Aceh Timur ke Mabes Polri Rutan Bandung Perketat Pengawasan, Ancam Sanksi Napi yang Simpan Ponsel dan Terlibat Narkoba Mantan Ketua Himapol Dukung Pengesahan RUU Polri Ormas se-Madiun Raya Nyatakan Dukungan untuk Prabowo, Siap Kerahkan Ribuan Relawan Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Dua Wanita Selundupkan Narkoba di Alat Kelamin

Megapolitan

Rano Karno : Surat dari Komunitas Madura Belum Dibalas, Tiang Monorel Sudah Raib

badge-check


					Rano Karno : Surat dari Komunitas Madura Belum Dibalas, Tiang Monorel Sudah Raib Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa komunitas Madura pernah menyampaikan minat untuk terlibat dalam penanganan tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

“Jadi kita pernah disurati komunitas Madura. Mereka menyatakan ingin terlibat dalam pembongkaran monorel di situ,” kata Rano saat memberikan sambutan pada acara Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion PAM Jaya di Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).

Namun, Rano menyebut surat tersebut belum sempat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, sebelum ada keputusan, sebagian tiang monorel dilaporkan sudah hilang.

“Belum kita jawab suratnya, dua tiang sudah hilang,” ujar Rano yang disambut gelak tawa hadirin.

Meski demikian, Rano tidak menjelaskan secara rinci komunitas Madura yang dimaksud.

Ia menjelaskan, keputusan pembongkaran diambil karena proyek monorel tersebut telah mangkrak selama sekitar 21 tahun dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Sudah 21 tahun tidak diapakan, dibiarkan begitu saja. Sudah tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan menabrak tiang monorel,” katanya.

Menurut Rano, Pemprov DKI Jakarta hanya memiliki dua pilihan terkait keberadaan tiang monorel tersebut, yakni melanjutkan proyek atau membongkarnya. Opsi melanjutkan pembangunan dinilai tidak memungkinkan.

“Pilihannya hanya dua, dilanjutkan atau dibongkar. Karena tidak dilanjutkan, maka dibongkar,” ujarnya.

Rano juga meluruskan informasi yang menyebut pembongkaran monorel membutuhkan anggaran hingga Rp100 miliar.

Ia menegaskan, angka tersebut tidak terkait dengan pembongkaran monorel.

“Rp100 miliar itu untuk pembenahan kawasan Rasuna Said secara keseluruhan selama satu tahun, dari ujung ke ujung. Bukan untuk monorel,” tegasnya.

Ia menyebutkan, biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta. Selain itu, monorel tersebut bukan merupakan aset milik Pemprov DKI Jakarta melainkan milik Adhi Karya.

“Monorel itu bukan punya kita. Kalau bisa dijual, justru kita dapat uang, bukan keluar uang,” kata Rano.

Pembongkaran tiang monorel dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran lalu lintas di kawasan Rasuna Said dan Senayan. (SN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rutan Bandung Perketat Pengawasan, Ancam Sanksi Napi yang Simpan Ponsel dan Terlibat Narkoba

19 June 2026 - 06:02 WIB

MA Insan Cendekia Nusantara Resmi Berdiri, Cetak Generasi Berakhlak dan Mendunia

6 June 2026 - 14:07 WIB

Pencurian Kabel PJU Kian Marak, Satgas Tangkap Pelaku di Basura

1 June 2026 - 09:51 WIB

PT Antam Tebar 20 Hewan Kurban untuk Warga dan Stakeholder Jakarta Timur

26 May 2026 - 05:34 WIB

Pemkot Jaktim Sulap Kolong Flyover Jadi Arena Tinju

8 May 2026 - 13:10 WIB

Trending on Megapolitan