Menu

Dark Mode
Dugaan Perselingkuhan Mahasiswi dan Petinggi Kampus Viral di Medsos Kanwil Kementerian HAM DKJ Deklarasi Kampung Redam di Tujuh Wilayah Kuasa Hukum Sebut Dirut PT MMJ Akui Kuasai Pabrik Sawit PT PAL Tanpa Izin Titik Jatuh Airbus H130 Ditemukan, 8 Jenazah Dievakuasi TNI Vespa Terbakar di Jalan, Berkas Wisuda Igo Hangus dalam Sekejap Rokok Jadi Modus, Sabu Gagal Masuk Lapas Narkotika Jakarta

Megapolitan

Rano Karno : Surat dari Komunitas Madura Belum Dibalas, Tiang Monorel Sudah Raib

badge-check


					Rano Karno : Surat dari Komunitas Madura Belum Dibalas, Tiang Monorel Sudah Raib Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa komunitas Madura pernah menyampaikan minat untuk terlibat dalam penanganan tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

“Jadi kita pernah disurati komunitas Madura. Mereka menyatakan ingin terlibat dalam pembongkaran monorel di situ,” kata Rano saat memberikan sambutan pada acara Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion PAM Jaya di Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).

Namun, Rano menyebut surat tersebut belum sempat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, sebelum ada keputusan, sebagian tiang monorel dilaporkan sudah hilang.

“Belum kita jawab suratnya, dua tiang sudah hilang,” ujar Rano yang disambut gelak tawa hadirin.

Meski demikian, Rano tidak menjelaskan secara rinci komunitas Madura yang dimaksud.

Ia menjelaskan, keputusan pembongkaran diambil karena proyek monorel tersebut telah mangkrak selama sekitar 21 tahun dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Sudah 21 tahun tidak diapakan, dibiarkan begitu saja. Sudah tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan menabrak tiang monorel,” katanya.

Menurut Rano, Pemprov DKI Jakarta hanya memiliki dua pilihan terkait keberadaan tiang monorel tersebut, yakni melanjutkan proyek atau membongkarnya. Opsi melanjutkan pembangunan dinilai tidak memungkinkan.

“Pilihannya hanya dua, dilanjutkan atau dibongkar. Karena tidak dilanjutkan, maka dibongkar,” ujarnya.

Rano juga meluruskan informasi yang menyebut pembongkaran monorel membutuhkan anggaran hingga Rp100 miliar.

Ia menegaskan, angka tersebut tidak terkait dengan pembongkaran monorel.

“Rp100 miliar itu untuk pembenahan kawasan Rasuna Said secara keseluruhan selama satu tahun, dari ujung ke ujung. Bukan untuk monorel,” tegasnya.

Ia menyebutkan, biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta. Selain itu, monorel tersebut bukan merupakan aset milik Pemprov DKI Jakarta melainkan milik Adhi Karya.

“Monorel itu bukan punya kita. Kalau bisa dijual, justru kita dapat uang, bukan keluar uang,” kata Rano.

Pembongkaran tiang monorel dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran lalu lintas di kawasan Rasuna Said dan Senayan. (SN).

Read More

Dugaan Perselingkuhan Mahasiswi dan Petinggi Kampus Viral di Medsos

25 April 2026 - 11:54 WIB

Foto : Ilustrasi selingkuh

Kanwil Kementerian HAM DKJ Deklarasi Kampung Redam di Tujuh Wilayah

20 April 2026 - 13:59 WIB

Vespa Terbakar di Jalan, Berkas Wisuda Igo Hangus dalam Sekejap

17 April 2026 - 12:01 WIB

Rokok Jadi Modus, Sabu Gagal Masuk Lapas Narkotika Jakarta

16 April 2026 - 13:46 WIB

Empat Pelaku Transaksi Tramado Diamankan Satpom Lanud Halim

11 April 2026 - 12:46 WIB

Empat Pelaku pengedar tramadol diamankan Satpom TNI AU /Instagram Lanud Halim Perdanakusuma
Trending on Megapolitan