Menu

Dark Mode
Kuasa Hukum Laporkan Kepala SDN Malaka Jaya ke Polda Metro Jaya Eks Tim Mawar Ungkap Strategi Prabowo Gabung BoP untuk Dukung Kemerdekaan Palestina Garda Mawar Beri Beasiswa hingga S1 untuk 11 Anak Yatim Korban Longsor Bandung Barat BPKP Kawal Pemprov DKI Menuju Jakarta Kota Global HKTI Kucurkan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana, Dorong Mitigasi Berbasis Pertanian 21 Mahasiswa STIK Angkatan 83 Turun ke Lapangan, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Aceh Barat

Megapolitan

Rano Karno : Surat dari Komunitas Madura Belum Dibalas, Tiang Monorel Sudah Raib

badge-check


					Rano Karno : Surat dari Komunitas Madura Belum Dibalas, Tiang Monorel Sudah Raib Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa komunitas Madura pernah menyampaikan minat untuk terlibat dalam penanganan tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

“Jadi kita pernah disurati komunitas Madura. Mereka menyatakan ingin terlibat dalam pembongkaran monorel di situ,” kata Rano saat memberikan sambutan pada acara Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion PAM Jaya di Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).

Namun, Rano menyebut surat tersebut belum sempat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, sebelum ada keputusan, sebagian tiang monorel dilaporkan sudah hilang.

“Belum kita jawab suratnya, dua tiang sudah hilang,” ujar Rano yang disambut gelak tawa hadirin.

Meski demikian, Rano tidak menjelaskan secara rinci komunitas Madura yang dimaksud.

Ia menjelaskan, keputusan pembongkaran diambil karena proyek monorel tersebut telah mangkrak selama sekitar 21 tahun dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Sudah 21 tahun tidak diapakan, dibiarkan begitu saja. Sudah tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan menabrak tiang monorel,” katanya.

Menurut Rano, Pemprov DKI Jakarta hanya memiliki dua pilihan terkait keberadaan tiang monorel tersebut, yakni melanjutkan proyek atau membongkarnya. Opsi melanjutkan pembangunan dinilai tidak memungkinkan.

“Pilihannya hanya dua, dilanjutkan atau dibongkar. Karena tidak dilanjutkan, maka dibongkar,” ujarnya.

Rano juga meluruskan informasi yang menyebut pembongkaran monorel membutuhkan anggaran hingga Rp100 miliar.

Ia menegaskan, angka tersebut tidak terkait dengan pembongkaran monorel.

“Rp100 miliar itu untuk pembenahan kawasan Rasuna Said secara keseluruhan selama satu tahun, dari ujung ke ujung. Bukan untuk monorel,” tegasnya.

Ia menyebutkan, biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta. Selain itu, monorel tersebut bukan merupakan aset milik Pemprov DKI Jakarta melainkan milik Adhi Karya.

“Monorel itu bukan punya kita. Kalau bisa dijual, justru kita dapat uang, bukan keluar uang,” kata Rano.

Pembongkaran tiang monorel dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran lalu lintas di kawasan Rasuna Said dan Senayan. (SN).

Read More

Pasca Relokasi Warga, TPU Kebon Nanas Siap Tampung 2.000 Jenazah

8 February 2026 - 09:05 WIB

Candaan Pramono ke JK: Kepala Daerah Kerja dengan Pikiran, Bukan Sekadar Turun ke Gorong-gorong

8 February 2026 - 05:15 WIB

Pemprov DKI Pastikan Pembangunan Embung Cakung Barat Dimulai 2026

27 January 2026 - 15:21 WIB

Banjir Satu Meter Kembali Rendam Cakung Barat, Warga Menunggu Solusi Permanen

27 January 2026 - 13:14 WIB

TOC ke-16 MH Thamrin Dibuka, Ruang Adu Prestasi Sekaligus Cegah Tawuran

25 January 2026 - 11:45 WIB

Trending on Megapolitan