SENTANANEWS.COM, Jakarta – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperingati hari ulang tahun ke-43 pada Sabtu (30/5).
Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan kembali peran lembaga tersebut dalam mengawal akuntabilitas keuangan negara sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui tema “BPKP Berbagi”.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan peringatan ulang tahun lembaganya bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat atas tanggung jawab yang terus melekat dalam mendukung pembangunan nasional.
Menurut dia, usia ke-43 menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi BPKP bagi bangsa dan negara.
“Ini menjadi pengingat atas tanggung jawab besar yang kita emban bersama,” kata Ateh dalam peringatan HUT ke-43 BPKP di Kantor Pusat BPKP, Jakarta.
Melalui tema “BPKP Berbagi”, seluruh rangkaian kegiatan peringatan tahun ini diarahkan untuk menebarkan manfaat kepada masyarakat.
Tema tersebut juga merefleksikan peran BPKP yang tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi turut memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional.
“BPKP harus terus hadir di titik-titik penting pembangunan nasional,” kata Ateh.
Menurut dia, peran BPKP tidak berhenti pada fungsi pengawasan semata. Lembaga itu juga harus menjadi mitra strategis pemerintah untuk memastikan program pembangunan berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel.
Dalam kesempatan itu, Ateh juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan nilai-nilai organisasi.
Menurut dia, perjalanan panjang BPKP tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para pendahulu yang mewariskan fondasi integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjalankan tugas pengawasan.
“Para senior telah mewariskan pengalaman dan nilai-nilai luhur yang menjadi kekuatan organisasi hingga saat ini,” ujar Ateh.
Ia menuturkan warisan tersebut harus diteruskan oleh generasi berikutnya melalui kerja keras, inovasi, dan keberanian menghadapi perubahan agar BPKP tetap relevan dalam menjawab tantangan pembangunan.
Ia juga berpesan agar seluruh jajaran BPKP tetap menjaga kualitas pengawasan, mengawal program prioritas nasional, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Selain itu, lanjutnya, budaya kerja yang menjunjung integritas dan profesionalisme harus terus dipertahankan.
Selama lebih dari empat dekade, BPKP telah menghadapi berbagai tantangan dan perubahan dalam mengawal tata kelola pemerintahan.
Melalui semangat “BPKP Berbagi”, lembaga tersebut menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat dan menjaga akuntabilitas demi mendukung pembangunan Indonesia.
“Melalui semangat BPKP Berbagi, kami berkomitmen untuk terus hadir, memberi manfaat, menghadirkan solusi, dan menjaga akuntabilitas demi Indonesia yang lebih maju,” ujar Ateh. (SN).









