SENTANANEWS.COM, Jakarta – Ketua Umum Garda Mawar Fauka Noor Farid mengatakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah lama rutin berkurban menggunakan dana pribadi jauh sebelum menjabat sebagai Presiden maupun Menteri Pertahanan (Menhan)
Menurut dia, Prabowo hampir setiap tahun menyumbangkan sekitar 100 ekor sapi kurban.

Pernyataan itu disampaikan Fauka menanggapi polemik mengenai pengadaan sapi kurban Presiden yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Menurut Fauka, tradisi berkurban dalam jumlah besar sudah dilakukan Prabowo ketika masih menjabat Ketua Umum Partai Gerindra. Seluruh hewan kurban tersebut, kata dia, dibeli menggunakan dana pribadi.
“Beliau mengeluarkan dana pribadi untuk kurban hampir 100 ekor setiap tahun,” kata Fauka di sela peletakan batu pertama pembangunan jalan oleh Garda Mawar di Desa Pasir Lango, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (31/5).
Komandan Tim Khusus 08 itu juga menilai polemik bantuan sapi kurban Presiden tidak melihat konteks secara utuh.
Menurut dia, program bantuan hewan kurban dari Presiden merupakan kebijakan yang telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya.
Fauka mengatakan program tersebut sudah dijalankan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Karena itu, ia menilai bantuan kurban tidak seharusnya dipersoalkan sebagai kebijakan personal Presiden Prabowo.
Ia juga menilai kebiasaan Prabowo berkurban dengan dana pribadi menunjukkan komitmen yang telah dilakukan jauh sebelum memegang jabatan publik. Praktik tersebut, kata dia, masih berlanjut hingga saat ini.
Fauka menduga polemik yang berkembang tidak terlepas dari kepentingan politik tertentu yang ingin menurunkan citra Presiden Prabowo Subianto.
“Ada agenda-agenda politik yang berusaha menjatuhkan Pak Prabowo,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekeliruan penyampaian informasi oleh salah satu pembantu Presiden tidak seharusnya dijadikan dasar untuk menyerang Prabowo secara pribadi.
Pasalnya program bantuan kurban merupakan kebijakan negara yang tetap berjalan siapa pun presidennya.
“Siapapun presidennya, bantuan kurban itu tetap akan dijalankan,” kata Fauka.
Fauka juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial (Medsos).
Menurut dia, persatuan nasional harus menjadi prioritas di tengah berbagai tantangan global.
“Persatuan lebih penting. Banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dan manfaat nyata,” kata Fauka. (SN)









