Menu

Dark Mode
HUT ke-81 RI, Ditjenpas Jakarta Fasilitasi Operasi Katarak 20 Ormas Gabung FORMAS, Hashim Bicara MBG Kontraktor Tagih Pembayaran Proyek SPPG, Klaim BGN Tunggak hingga Rp800 Miliar Michelle Wibowo Mangkir dari Panggilan Polisi, Laporan Natalia Rusli Berlanjut Kasus Dugaan Masuk Pekarangan Tanpa Izin yang Menjerat Japriyanto Naik ke Penyidikan Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing

Megapolitan

Diintimidasi Mafia Kios, Pedagang Pramuka Rugi Puluhan Juta

badge-check

Diintimidasi Mafia Kios, Pedagang Pramuka Rugi Puluhan Juta Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Kisruh di Pasar Pramuka, Jakarra Timur, makin lama makin panas, bahkan panasnya sampai bikin kompor dapur kalah.

Pasalnya para pedagang obat di pasar itu mengaku digertak, ditodong mental, bahkan diintimidasi oleh gerombolan yang diduga mafia kios.

Pedagang dipaksa tutup toko, imbasnya merela tekor puluhan juta. Yang dagang jadi korban, yang ngaku-ngaku perwakilan malah ngatur seenaknya.

Dalam video viral unggahan @warungjurnalis, terlihat seorang pedagang berbaju putih cuma bisa pasrah ketika dua pria berbaju merah datang seperti debt collector ketinggalan target.

Yang satu ngelihatin tajam, yang satu lagi gaya sok jagoan. Pedagang lain cuma nonton, takut kena imbas, sampai akhirnya pria berjaket merah berusaha melerai.

Salah satu pedagang yang ikut kena dampak intimidasi, LT (37) bilang kejadian itu pecah saat kelompok yang mengatasnamakan diri “tim 15” memaksa semua toko tutup pada Kamis (13/11).

Alasannya: solidaritas menolak revitalisasi pasar. Kenyataannya: pedagang malah gulung kerugian.

“Kita lagi rame pesanan, malah dipaksa tutup. Rugiya bukan recehan. Puluhan juta hilang begitu aja,” ujar LT, seperti menahan kesal yang sudah naik ke ubun-ubun.

LT bilang sudah lima tahun ia berdagang di sana, tapi baru kali ini merasakan pasar serasa punya faksi tertentu.

Yang menolak revitalisasi disebutnya bukan pedagang asli, tapi kelompok yang ingin mempertahankan “zona nyaman” mereka.

“Kami pedagang justru dukung revitalisasi. Biar pasarnya bagus, pembeli nyaman. Yang ribut-ribut itu malah bikin kami kehilangan pemasukan,” kata LT.

Para pedagang berharap bisa jualan lagi tanpa diatur-atur oleh pihak yang merasa paling berkuasa. Pasar seharusnya tempat cari nafkah, bukan arena intimidasi berkedok solidaritas.

Jika drama ini berlanjut, bukan cuma pedagang yang rugi—tapi nama besar Pasar Pramuka bisa hilang digilas mafia-mafiaan yang makin hari makin liar. (SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
1

Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing

25 July 2026 - 15:29 WIB

Gelar Aksi di DPR, Mahasiswa PTKIN Minta Kejaksaan Berbenah

10 July 2026 - 11:32 WIB

Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Penyelundupan 12 Paket Narkoba dalam Oseng Cumi

25 June 2026 - 06:49 WIB

Rutan Bandung Perketat Pengawasan, Ancam Sanksi Napi yang Simpan Ponsel dan Terlibat Narkoba

19 June 2026 - 06:02 WIB

MA Insan Cendekia Nusantara Resmi Berdiri, Cetak Generasi Berakhlak dan Mendunia

6 June 2026 - 14:07 WIB

Trending on Megapolitan