SENTANANEWS.COM, Jakarta – Warga RW 015, Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan emas. Melalui Bank Sampah Pintar Bersih, Indah, dan Asri (BSP BIAS) binaan PT ANTAM Tbk UBPP Logam Mulia, sampah yang disetorkan warga diakumulasikan menjadi tabungan emas yang bernilai ekonomi.
Hingga Oktober 2026, program tersebut telah menghasilkan pencairan emas logam mulia sebanyak 7 gram.
Selain memberi nilai tambah ekonomi, pengelolaan sampah di wilayah itu juga tercatat mereduksi emisi sebesar 11,277 ton CO₂eq dari sampah anorganik dan mengelola 7 ton sampah organik.
General Manager PT ANTAM Tbk UBPP Logam Mulia, Ismail, mengatakan program BSP BIAS dikembangkan secara terintegrasi dengan Gang Hijau dan Kampung Ketahanan Pangan. Integrasi tersebut menghubungkan pengelolaan sampah dengan pertanian perkotaan dan pengembangan usaha masyarakat.
“Bagi kami, pengelolaan lingkungan tidak berhenti pada upaya mengurangi sampah, tetapi juga bagaimana potensi yang ada dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Ismail di Jakarta, Kamis (15/10).
Menurut Ismail, pemanfaatan lahan untuk pertanian perkotaan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan membuat lingkungan lebih produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat komunitas.
Keberlanjutan program tersebut membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak.
“Melalui integrasi BSP BIAS dengan kegiatan urban farming dan pengembangan UMKM, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan lingkungan yang lebih produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat komunitas,” katanya.
Pengembangan program itu diperlihatkan dalam kunjungan lapangan dan studi banding Ketua Umum Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT), Gustina Untung dan anggotanya, perwakilan manajemen ANTAM, serta jajaran Kelurahan Duren Sawit.
Para peserta mengunjungi RT 03, RT 04, RT 05, dan RT 07, yang memiliki jumlah nasabah bank sampah terbanyak. Mereka juga menyaksikan panen kangkung, pakcoy, dan ikan lele hasil kegiatan pertanian perkotaan warga.
Selain itu, bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha rumahan dari RT 01 hingga RT 08 menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Berbagai produk yang dipasarkan merupakan hasil pengembangan usaha warga melalui program Gang Hijau dan Kampung Ketahanan Pangan.
Selain lingkungan dan ketahanan pangan, ANTAM juga membuka peluang kolaborasi di bidang kesehatan, termasuk rencana pengembangan Kampung TB di Duren Sawit. Ayu mengatakan kerja sama tersebut berpotensi memperluas manfaat program CSR bagi masyarakat.
“Kami melihat kerja sama di bidang kesehatan sebagai peluang untuk mendukung inisiatif yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Lurah Duren Sawit, Santi Nur Rifiandini, mengatakan kerja sama dengan ANTAM dimulai pada 2023 melalui program bank sampah. Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang mencakup penghijauan, pertanian perkotaan, budi daya ikan, dan penguatan ketahanan pangan.
“Nasabah bank sampah terintegrasi dengan program Logam Mulia. Jadi, menabung emas. Itu yang memicu semangat warga untuk semakin banyak menabung dan menyetorkan sampahnya,” kata Santi.
Sampah yang dikumpulkan warga diakumulasikan berdasarkan nilai yang dikonversikan menjadi tabungan emas. Menurut Santi, sejumlah warga bahkan telah mencairkan tabungannya untuk membeli emas dalam jumlah gram tertentu.
“Nasabah bank sampah terintegrasi dengan program Logam Mulia. Jadi, menabung emas. Itu yang memicu semangat warga untuk semakin banyak menabung dan menyetorkan sampahnya,” kata Santi.
Selain itu pihaknya juga menyambut baik peluang kerja sama dengan ANTAM di bidang kesehatan melalui rencana pengembangan Kampung TB.
Santi mendaku pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan mengenai rencana tersebut dan berharap kolaborasi dapat diperluas untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua RW 015 sekaligus Pembina BSP BIAS dan pegiat lingkungan, Darius Waruwu, mengatakan program tersebut menjadi wadah bagi warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi wilayah.
“Kami berharap masyarakat semakin aktif mengelola sampah, memanfaatkan lahan yang tersedia, serta mengembangkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan warga,” kata Darius.
Melalui BSP BIAS, pengelolaan sampah di RW 015 tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. (SN)














