SENTANANEWS.COM, Jakarta – Dua rekan satu angkatan Serda Ahmad Muzammil Farisa (AMF), Serda ZN dan Serda RP, kini dalam kondisi baik setelah turut menjadi korban dugaan penganiayaan seniornya. Keduanya sudah kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Danpuspomau) Marsda TNI Daan Sulfi mengatakan kondisi fisik kedua anggota tersebut tidak bermasalah. Keduanya bahkan telah kembali bekerja.

“Untuk kondisi tiga korban, satu meninggal dunia yang sudah kita ketahui. Yang duanya sebenarnya tidak terjadi, fisik pun tidak ada masalah. Jadi bisa melakukan kegiatan sehari-hari dan bisa langsung kerja,” kata Daan dalam konfrensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (16/9).
Daan menjelaskan, ketiga anggota tersebut sebelumnya dikumpulkan oleh Serda MTS, senior mereka. Serda MTS kemudian memanggil tiga rekannya, yakni Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH.
Dalam peristiwa itu, Serda JM disebut memukul Ahmad sebanyak tiga kali. Pemukulan tersebut kemudian berujung pada meninggalnya Ahmad.
Peristiwa itu membuat Puspomau mengevaluasi pola pembinaan di lingkungan TNI Angkatan Udara. Daan mengatakan pimpinan telah menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh dilakukan dengan kekerasan.
“Kami juga sedang melakukan beberapa proses perbaikan untuk masalah pembinaan. Memang sudah ada penekanan dari pimpinan bahwa pembinaan di TNI Angkatan Udara tidak dilakukan dengan penganiayaan,” ujar Daan.
Menurut Daan, pembinaan harus dilakukan dengan cara positif untuk membangun organisasi. Tindakan yang mengarah pada penganiayaan, penyiksaan, atau perundungan akan ditindak.
“Kami menangani berbagai macam kasus masalah pembinaan ini, tidak satu dua, hanya ini mungkin yang klimaksnya sampai dengan meninggal dunia,” kata Daan.(SN).







