SENTANANEWS.COM, Jakarta – Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan GOR Ciracas, berubah jadi neraka kecil bagi para pengendara, Sabtu (15/11).
Pasalnya, dua bahu jalan di depan gedung olahraga itu disulap jadi parkiran liar dadakan, bikin arus kendaraan dari Flyover Pasar Rebo sampai Pabrik Buskuit Khong Guan megap-megap nggak bisa napas.

Sejak pagi sampai sore, mobil-mobil ngetem semaunya di pinggir jalan.
Sialnya lagi, tidak ada petugas dari kepolisian yajg mengatur lalu lintas di kedua jalur tersebut. Justru yang terlihat juru parkir liar KW yang memalak Rp10–15 ribu per mobil.
Berseragam? Jelas nggak ada. Modal nekat dan peluit sengau pun cukup buat mereka nyelonong jadi pengatur lalu lintas gadungan.
Kehadiran pak ogah yang sok jadi komandan putar balik makin menyiram bensin ke api. Arus kendaraan jadi adu sabar, klakson bersahutan kayak konser orkestra barbar. Pengendara yang lelah cuma bisa gigit bibir sambil ngedumel.
“Asli horor banget! Dari Flyover Pasar Rebo ke GOR Ciracas hampir sejam, ternyata biang keroknya parkir liar semua,” keluh Anto, 44, pengendara Nmax yang wajahnya sudah kusut diterpa asap knalpot.
Belum cukup parah, truk kontainer dan bus besar ikutan lewat pada jam ramai. Jadilah jalan raya seperti uji nyali gabungan: sabar, selap-selip, dan nyaris putus harapan.
Eko, pengendara mobil, makin panas ketika melihat tak ada satu pun polisi atau Dishub yang nongol mengurai kemacetan. “Yang ada cuma juru parkir liar sama pak ogah. Polisi? Dishub? Hilang dari radar!” keluhnya.
Ia juga menyindir pengelola GOR Ciracas yang seperti tutup mata. Setiap ada acara, macet memang langganan—tapi hari ini levelnya naik kelas: macet kolosal sampai satu jam lebih dari Cijantung–Khong Guan.
Balqis, pengendara motor lainnya, menambahkan racikan fakta pahit: “Pak ogah di putaran depan GOR itu pasti dahulukan yang bayar. Dampaknya? Macetnya ngular sampai flyover Cijantung. Banyak yang kesel. (SN)









