Menu

Dark Mode
Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing Eksepsi Ditolak, Sidang Ratu Terduga Penipuan Investasi Rp5 Miliar Berlanjut Diduga Cacat Administrasi, SHGB Bukit Podomoro Duren Sawit Diminta Diblokir Gelar Aksi di DPR, Mahasiswa PTKIN Minta Kejaksaan Berbenah Diduga Terlibat Praktik Mafia Peradilan, Hakim PN Jakarta Timur Dilaporkan ke Bawas MA BPKP Pertahankan Opini WTP untuk Ke-18 Kalinya Berturut-turut

Ekonomi Bisnis

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Alfamidi Bekasi Latih Warga Olah Jelantah Jadi Sabun

badge-check

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Alfamidi Bekasi Latih Warga Olah Jelantah Jadi Sabun Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Perusahaan jaringan ritel PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi) Cabang Bekasi menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun di Bank Sampah Sejahtera, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6).

Kegiatan yang diikuti 30 peserta itu merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Kampung Merdeka Alfamidi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Branch Manager Alfamidi Cabang Bekasi, Gunardi, mengatakan minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap limbah masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik,” kata Gunardi.

Menurut dia, pengolahan minyak jelantah menjadi sabun tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Gunardi menilai kolaborasi dengan komunitas dan lembaga lokal, seperti Bank Sampah Sejahtera, penting untuk memperluas edukasi pengelolaan sampah.

“Program ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Fasilitator pelatihan sekaligus pegiat lingkungan, Tri Sugiarti, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan masih banyak pengelola bank sampah yang belum memiliki keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan yang bisa diterapkan secara langsung,” kata Tri.

Ia berharap pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas kader bank sampah.

Menurut dia, keterampilan mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat tidak hanya berdampak pada lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan pelatihan seperti ini, saya berharap para kader bank sampah menjadi lebih kreatif dan memiliki kesempatan menambah penghasilan dari hasil pengolahan sampah,” ujarnya.

Kegiatan itu juga dihadiri lurah dan perangkat kelurahan setempat. Para peserta mengikuti pelatihan pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular yang diharapkan dapat mendorong penerapan pola hidup lebih ramah lingkungan di masyarakat.(SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
1

BPKP Minta Pengawasan Kredit Program Diperketat, Soroti Efektivitas Penyaluran

6 July 2026 - 13:36 WIB

Muhammad Dzuljabbar: Kolektor Action Figure yang Mengubah Hobi Jadi Cuan

23 May 2026 - 13:21 WIB

Anies: Ekonomi Tidak Baik-Baik Saja, Pemerintah Jangan Tutupi Fakta

20 May 2026 - 11:57 WIB

97 Pinjol Disanksi KPPU, BPKN: Langkah Tepat Lindungi Konsumen

28 March 2026 - 02:50 WIB

BPKP Kawal Pemprov DKI Menuju Jakarta Kota Global

11 February 2026 - 14:27 WIB

Trending on Ekonomi Bisnis