SENTANANEWS.COM, Jakarta – Perusahaan jaringan ritel PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi) Cabang Bekasi menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun di Bank Sampah Sejahtera, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6).
Kegiatan yang diikuti 30 peserta itu merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Kampung Merdeka Alfamidi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
Branch Manager Alfamidi Cabang Bekasi, Gunardi, mengatakan minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap limbah masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik,” kata Gunardi.
Menurut dia, pengolahan minyak jelantah menjadi sabun tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Gunardi menilai kolaborasi dengan komunitas dan lembaga lokal, seperti Bank Sampah Sejahtera, penting untuk memperluas edukasi pengelolaan sampah.
“Program ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Fasilitator pelatihan sekaligus pegiat lingkungan, Tri Sugiarti, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan masih banyak pengelola bank sampah yang belum memiliki keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan yang bisa diterapkan secara langsung,” kata Tri.
Ia berharap pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas kader bank sampah.
Menurut dia, keterampilan mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat tidak hanya berdampak pada lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan pelatihan seperti ini, saya berharap para kader bank sampah menjadi lebih kreatif dan memiliki kesempatan menambah penghasilan dari hasil pengolahan sampah,” ujarnya.
Kegiatan itu juga dihadiri lurah dan perangkat kelurahan setempat. Para peserta mengikuti pelatihan pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular yang diharapkan dapat mendorong penerapan pola hidup lebih ramah lingkungan di masyarakat.(SN)









