.

Menu ✖

Otomatis
Breaking News

INFOTAINMENT

Suami Nagita Slavina, Raffi Ahmad Bantah Atur Deklarasi di Bundaran HI

badge-check

FOTO : Instagram/raffinagita1717 Perbesar

FOTO : Instagram/raffinagita1717

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, membantah terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Pernyataan itu disampaikan Raffi melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat malam, 30 Oktober 2026.

Klarifikasi tersebut muncul setelah kegiatan yang digelar Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan sejumlah tokoh masyarakat pada Kamis, 29 Oktober 2026, menuai polemik di media sosial.

Deklarasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 itu mengusung tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Raffi sempat mengajak generasi muda melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial serta menjaga persatuan bangsa.

Namun, kegiatan itu menjadi sorotan setelah beredar video seorang peserta yang mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira). Saat diwawancarai awak media, peserta tersebut tidak mampu menjelaskan identitas kampusnya sehingga memunculkan dugaan sebagai mahasiswa gadungan.

Menanggapi polemik tersebut, Raffi menegaskan kehadirannya dalam deklarasi hanya sebagai undangan. Ia mengaku baru menerima informasi mengenai kegiatan itu pada malam sebelum acara berlangsung.

“Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara,” tulis Raffi.

Suami Nagita Slavina itu juga menyatakan tidak mengetahui secara terperinci susunan acara maupun pihak-pihak yang akan hadir.

“Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” ujarnya.

Raffi turut membantah tudingan mengenai dugaan pengaturan kemunculan salah satu merek air mineral dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek itu telah terpasang jauh sebelum deklarasi digelar.

“Saya juga ingin menegaskan bahwa tuduhan mengatur kemunculan salah satu merek tidak benar. Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya,” katanya.

Di tengah polemik tersebut, Raffi juga menyampaikan penghormatannya terhadap mahasiswa yang menyuarakan aspirasi pada momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.

Ia menilai penyampaian pendapat merupakan hak setiap warga negara dan suara mahasiswa memiliki peran penting dalam demokrasi.

“Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting,” tulisnya.

Raffi mengaku terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Namun, ia meminta publik memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya.

“Saya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan, tentunya kritik yang didasarkan pada fakta, bukan tuduhan atau fitnah dari dugaan yang tidak benar, terlebih jika menyangkut keluarga. Mari memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Raffi menyampaikan permohonan maaf sekaligus berterima kasih kepada masyarakat atas perhatian terhadap polemik tersebut.

“Mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya. Semoga kita semua selalu dijaga dalam kebaikan,” pungkasnya.

— SENTANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Trending on INFOTAINMENT