.

Menu ✖

Otomatis
Breaking News

MEGAPOLITAN

Jenazah Ibu dan Anak Kecelakaan Truk Molen Bekasi Ditumpang Satu Liang Lahat

badge-check

Jenazah Ibu dan Anak Kecelakaan Truk Molen Bekasi Ditumpang Satu Liang Lahat Perbesar

SENTANEWS.COM, Jakarta- Jenazah Siti Nurhalifah (38) dan anaknya, Ana Khairunisa (13), korban kecelakaan maut truk molen di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, dimakamkan di kampung halaman mereka di Kuningan, Jawa Barat, Senin (2/11).

Kedua jenazah diberangkatkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi sekitar pukul 02.00 WIB. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.

Siti dan Ana merupakan warga Jalan Kebun Sayur Blok II, RT 05/RW 06, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Kabar pemakaman keduanya menyisakan duka bagi para tetangga yang sebelumnya berkumpul di rumah korban.

Kiki Supriyadi Sulaksana salah seorang tetangga, mengaku tidak melihat langsung kondisi jenazah setelah kecelakaan. Pasalnya ketika dibawa menggunakan ambulans menuju Kuningan, kedua korban sudah berada di dalam peti jenazah.

“Pas dibawa pakai ambulans ke Kuningan, Jawa Barat, itu sudah dimasukkan ke dalam peti mati,” kata Vepi, sapaan akrab Kiki Supriyadi saat ditemui di lokasi.

Menurut Vepi, kedua korban dimakamkan dalam satu liang lahat. Jenazah Siti dikeluarkan dari peti mati sebelum dimakamkan karena mengalami luka parah di bagian perut.

Sementara jenazah Ana tetap berada di dalam peti mati. Remaja berusia 13 tahun itu mengalami luka parah dari bagian perut hingga kepala.

Vepi mengatakan Ana masih duduk di kelas satu SMP Negeri 99 Jakarta, sekolah yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Korban masih muda, usia 38 tahun. Anaknya masih kelas satu SMP Negeri 99 dekat sini,” ujarnya.

Sebelumnya, rumah keluarga korban di Ciracas ramai didatangi tetangga dan kerabat pada Senin pagi.

Meski jenazah ibu dan anak itu telah dibawa ke Kuningan, sejumlah warga masih berkumpul untuk menyampaikan belasungkawa.

Di ruang tamu rumah korban, Foto wisuda taman kanak-kanak Ana serta bingkai bertuliskan lafaz Allah terpajang di dalam rumah.

Vepi menuturkan, keluarga awalnya mengetahui kabar kecelakaan dari telepon yang diterima Ipal, anak tertua Siti. Panggilan itu datang pada sore hari setelah kecelakaan terjadi.

“Anaknya yang paling besar, Ipal, dapat telepon, ibu sama adiknya kecelakaan dan dirawat. Mungkin awalnya mengira penipuan karena sekarang banyak penipuan atas nama kepolisian,” kata Vepi.

Siti Nurhalifah dan Ana Khairunisa merupakan dua dari enam korban meninggal dalam kecelakaan yang melibatkan truk molen di Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi, Ahad, 1 November 2026. Sebanyak enam korban lainnya mengalami luka-luka.

—SENTANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Trending on MEGAPOLITAN