SENTANANEWS.COM, Jakarta – Hutan Kota UKI Cawang di Jalan Mayjen Sutoyo kembali menjadi sorotan. Pasalnya ruang terbuka hijau di Jakarta Timur itu diduga kembali disalahgunakan sebagai tempat tindakan asusila oleh kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).
Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah video beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan sejumlah pria berjalan dan mondar-mandir di sekitar hutan kota tersebut pada malam hari.
Bahkan pengunggah video mendaku beberapa kali didatangi pria yang berada di sekitar mobilnya saat memantau kawasan tersebut. Ia menilai gerak-gerik mereka mencurigakan.
“Ini anomali, nih. Ini orang ini bolak-balik nyamperin mobil saya,” ujar pengunggah dalam video yang diunggah Jumat (30/10) malam.
Selain aktivitas sejumlah pria, pengunggah menyoroti pagar Hutan Kota UKI Cawang yang kembali terbuka. Kondisi bagian dalam kawasan yang minim penerangan sehingga dinilai membuat aktivitas di area tersebut sulit dipantau.
“Saya enggak tahu nih mas-mas ini juga ngapain di sini (Hutan Kota UKI),” kata perekam ketika menyorot salah seorang yang berada di lokasi tersebut.
Pengunggah menduga sejumlah orang berkumpul di bagian dalam Hutan Kota UKI. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan maupun aktivitas mereka.
“Feeling saya nih di dalam hutan nih ramai orang nih, karena dalam situ pagarnya kebuka lagi tuh, yang gelap lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Makasar Dimas Prayudi membantah adanya praktik prostitusi kembali terjadi di Hutan Kota UKI Cawang
“Tidak benar, Pak,” ujar Dimas saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Sabtu (31/10) malam.
Dimas mengatakan dugaan tersebut muncul karena perekam melihat sejumlah pria muda berada di sekitar kawasan pada malam hari. Namun, ia menyebut aktivitas serupa tidak kembali terjadi.
“Diduga terjadi karena pada saat diambil gambar malam-malam ada laki-laki masih muda sekitaran situ. Tapi kalau terjadi lagi sudah enggak sih,” kata Dimas.
Terkait pagar yang terbuka dalam video, Dimas menjelaskan kondisi itu disebabkan pekerjaan revitalisasi trotoar. Pagar dibongkar sementara untuk mendukung pengerjaan proyek dan akan ditutup kembali setelah pekerjaan selesai.
“Nah, itu (pagar terbuka) karena kemarin ada kerjaan trotoar. Tapi nanti ditutup lagi,” ujarnya.
Dimas juga memastikan Satpol PP tetap berpatroli setiap malam untuk memantau situasi di sekitar Hutan Kota UKI. Patroli tersebut, kata dia, sudah dilakukan sebelum video beredar.
“Setiap malam muter, termasuk malam itu juga,” ujarnya.
Dugaan praktik prostitusi sesama jenis di Hutan Kota UKI Cawang bukan kali pertama mencuat. Pasalnya pada Juli 2023 lalu, petugas Satpol PP Jakarta Timur menemukan puluhan bekas alat kontrasepsi, pelumas untuk seks anal, serta tisu basah berbagai merek di kawasan tersebut.
Selain itu, sejumlah bagian pagar Hutan Kota UKI ditemukan rusak atau dijebol. Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur kemudian memperbaiki pagar tersebut pada Rabu (26/7).
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur saat itu, Djauhar Arifin, juga mengklaim telah memasang lampu sorot dan lampu LED di sejumlah sudut kawasan, dengan harapan aktivitas di dalam hutan kota terlihat dari luar.
—SENTANA














