.

Menu ✖

Otomatis
Breaking News

MEGAPOLITAN

Status Healing, Perjalanan Siti dan Anaknya Berujung Maut di Bekasi

badge-check

Status Healing, Perjalanan Siti dan Anaknya Berujung Maut di Bekasi Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Rumah duka Siti Nurhalifah (38), korban kecelakaan maut yang melibatkan truk molen di Jalan Cut Meutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, masih didatangi tetangga dan kerabat pada Senin (2/11) siang.

Pantauan di lokasi, suasana haru masih menyelimuti rumah Siti di Jalan Kebun Sayur RT 05/06, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Meski jenazah Siti dan anaknya, Ana Khairunisa (13) telah dibawa ke kampung halaman di Kuningan, Jawa Barat, sejumlah tetangga masih berkumpul untuk menyampaikan belasungkawa.

Sejumlah lemari pakaian dan tas terlihat di ruangan tersebut. Foto wisuda taman kanak-kanak Ana serta bingkai lafaz Allah turut menghiasi rumah itu.

Satu per satu tetangga kemudian meninggalkan rumah setelah menyampaikan belasungkawa.

Salah seorang tetangga korban, Kiki Supriyadi Sulaksana, menuturkan keluarga pertama kali mendapat kabar kecelakaan melalui sambungan telepon. Namun, informasi tersebut sempat diragukan oleh Ipal, anak sulung Siti, karena khawatir merupakan modus penipuan.

“Dari sore itu anaknya yang paling besar, Ipal, dapat telepon, ibu sama adiknya kecelakaan dan dirawat. Awalnya dia menduga penipuan karena sekarang banyak penipuan atas nama kepolisian,” kata Kiki kepada awak media di lokasi, Senin (2/11).

Kecelakaan yang menewaskan enam orang itu terjadi pada Minggu sore, 1 November 2026. Menurut Kiki, Ipal dan ayahnya, Satori, semula tidak langsung berangkat setelah menerima telepon tersebut.

Kepastian baru diperoleh sekitar pukul 18.00 WIB setelah keluarga Siti di Kuningan menghubungi tetangga mereka di Ciracas. Ipal dan Satori kemudian bergegas mencari anggota keluarga yang menjadi korban.

Pencarian tersebut membuat keluarga berpencar karena para korban dibawa ke tiga rumah sakit berbeda, yakni RSUD Bekasi, Rumah Sakit Siloam, dan Rumah Sakit Juwita.

Kiki mendatangi RSUD Bekasi untuk mengurus kepulangan jenazah Siti dan Ana. Sementara itu, Ipal dan Satori mencari serta mendampingi dua anggota keluarga lainnya, Al Fatih dan Sodik, yang mengalami luka-luka.

Al Fatih yang masih berusia tiga tahun dibawa ke Rumah Sakit Siloam untuk menjalani observasi. Meski tidak terlihat mengalami luka secara kasatmata, keluarga khawatir bocah tersebut mengalami cedera akibat benturan saat kecelakaan.

Adapun Sodik mendapat perawatan di Rumah Sakit Juwita. Kiki mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi terakhir kedua korban luka tersebut.

“Saya jaga sampai pukul 02.00 WIB di RSUD Bekasi. Korban dibawa ke Kuningan sekitar jam segitu,” ujar Kiki, yang akrab disapa Vepi.

Sebelum kecelakaan terjadi, Siti bersama ketiga anaknya diketahui pergi menghadiri acara pernikahan kerabat di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (31/10/2026).

Menurut Vepi, Siti bahkan sempat mengunggah status di WhatsApp yang menyebut perjalanan tersebut sebagai momen untuk melepas penat.

“Almarhumah (Siti) sempat nulis status ‘healing’ di WhatsApp juga,” kata Vepi.

Siti berencana kembali ke rumahnya di Ciracas bersama ketiga anaknya pada Minggu sore. Namun, perjalanan pulang keluarga tersebut berakhir tragis setelah kendaraan yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan truk molen di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur.

Vepi mengaku tidak menyangka perjalanan keluarga Siti berakhir dengan tragedi tersebut.

“Ya namanya musibah, kita juga mana tahu,” ujarnya.

––SENTANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Trending on MEGAPOLITAN